Pati – Seorang remaja nekat nyemplung ke bendungan meski padahal tahu dirinya tidak bisa berenang.
Akibatnya, remaja tanggung asal Desa Margoyoso RT 01 RW 01, Kecamatan Margoyoso, Pati, ditemukan tak bernyawa karena klelep tenggelam.
“Peristiwa terjadi, Senin (29/10) petang kemarin. Korban bernama Fadel M Amirul Mukminin (16). Korban ditemukan meninggal dunia di sungai Bendungan Glintingan, Desa Purwokerto, Kecamatan Tayu, jelas Kapolres Pati, AKBP Uri Nurtanti Istiwidayati melalui Kapolsek Tayu, AKP Sayadi, Selasa (30/10).
Lanjutnya, menurut tim medis Puskesamas Tayu II, dr Siti Afrokah, korban meninggal karena kekurangan oksigen. Tidak ditemukan adanya bekas tanda-tanda penganiayaan pada jasad korban.
Data yang berhasil dihimpun menyebutkan, sekitar pukul 17.00 WIB, korban bersama dengan Koko (16) datang ke rumah Dullah (16) di Desa Purwokerto, Kecamatan Tayu, Pati untuk mandi di sungai Bendungan Glintiran.
“Tiga sekawan tersebut kemudian menuju ke Bendungan Glintingan untuk mandi. Tak berapa lama mereka di sana, korban yang memang tidak bisa berenang tiba-tiba hilang tenggelam, bebernya.
Dua teman korban yang semula menemaninya pun panik mencari keberadaannya. Markono (50) warga sekitar yang melihat keadaan tersebut, segera turut melakukan pencarian di sungai tersebut.
“Tak lama kemudian setelah dibantu oleh saudara Markono, korban dapat ditemukan di kedalaman 6-7 meter, terangnya.edit
















