Boyolali – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali belum 100 persen mencairkan honor kepada tenaga honorer kategori 2 (K-2) di Boyolali.
Sebagaimana diketahui, pada tahun 2017 diberikan honor masing-masing sebesar Rp 1 juta setiap bulan. Kemudian untuk tahun 2018 diberikan honor sebesar nilai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Boyolali Rp 1.652.000 terhitung sejak bulan Januari.
Namun honor bersumber Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Boyolali ini baru bisa terealisasi sebesar Rp 1 juta per bulan hingga bulan Agustus. Sementara kekurangan per bulan sebesar Rp 652 ribu akan diberikan dengan sistem rapel.
“Mereka yang mendapatkan (honor sebesar UMK) adalah honorer yang terhitung paling akhir November 2005. Jadi mereka sudah 13 tahun. Tahun 2017 tambahan kesejahteraan sebesar Rp 1 juta, terang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, Darmanto saat acara Silaturahmi Keluarga Besar Honorer K2 dan PGRI Boyolali di Panti Marhaen Boyolali, Rabu (24/10).
Darmanto melanjutkan, honor UMK itu akan dilanjutkan pada tahun 2019 atau akan ada dianggarkan setiap tahun. Disampaikannya, sesuai data sebanyak 586 orang sebagai honorer sebagai tenaga pendidik baik di tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK) hingga jenjang SMA/SMK. Atas jumlah itu, anggaran untuk memenuhi honorer tersebut mencapai Rp 11,6 miliar.
“Disdikbud masih punya hutang sebesar Rp 652.000 dikali 8 bulan untuk Januari-Agustus. Sehingga masing-masing akan menerima Rp 5.216.000, imbuh Darmanto.
Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat yang hadir menyampaikan, hal itu sebagai salah satu wujud perhatian atas aspirasi tenaga honorer dalam peningkatan kesejahteraan. Said juga berusaha dan berharap agar tahun 2019, kebijakan tersebut juga dapat dilanjutkan.
“Bupati mendengarkan aspirasi saudara-saudara semua. Ini wujud perhatian, terangnya.
Ketua DPRD Boyolali, S. Paryanto mengapresiasi honorer Boyolali yang turut menjaga kondusivitas tanpa perlu demonstrasi dalam menyampaikan aspirasi. Meski di daerah lain banyak aksi-aksi demo hingga mogok dalam mengajar
“Pengabdian panjenengan sudah sangat luar biasa. Saudara tidak melakukan aksi-aksi dan menjaga iklim sejuk dan iklim kondusif, kata dia.edit
















