Napi Tewas Usai Bentrok di LP Kedungpane Semarang

oleh

SemarangDuel antar napi terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane Semarang. Dua orang warga binaan, diketahui terlibat bentrok, pertikaian di dalam sel Lapas. Belum diketahui pasti motif terjadinya perkelahian itu.

Dalam bentrok itu, seorang narapidana di Lapas Kelas 1 A Kedungpane Semarang itu tewas. Korban meninggal dunia setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Korban dilarikan ke rumah sakit setelah diamankan petugas, usai terlibat perkelahian dengan napi lainnya.

INFO lain :  Walikota Semarang: Kalau Tak Dukung Jokowi, Jangan Pakai Jalan Tol

Dikonfirmasi, Kalapas Kedungpane, Dadi Mulyadi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dikatakannya, korban tewas atas nama Wicaksono. Dia terlibat bentrok dengan penghuni sel lain bernama Faisal Akbar.

“Sempat berantem, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan,” kata Dadi, Rabu (24/10).

Kalapas tidak menjelaskan terkait kronologi perkelahian tersebut dan penyebab kematian korban WIcaksono. Diakuinya, perkelahian sendiri terjadi hari Sabtu (20/10) lalu.

INFO lain :  Alasan dan Jadwal Sidang Praperadilan R Dody Kristyanto, Tersangka Korupsi Kasda Semarang

“Dugaan sementara sudah ada masalah saat di luar,” tandasnya.

Korban yang merupakan napi kasus narkoba itu meninggal tadi pagi setelah mendapat perawatan. Sedangkan pelaku yang merupakan narapidana kasus penganiayaan diserahkan ke kepolisian.

Sementara, Kapolsek Ngaliyan AKP Samsu Wirman mengaku baru mendapatkan laporan kejadian itu dari Lapas sekitar pukul 12.30, Rabu (24/10). Pihaknya menyanyangkan lambatnya laporan.

Laporan tersebut berupa permintaan pengusutan kasus penusukan yang mengakibatkan adanya korban meninggal.

INFO lain :  Gagal Nyagub, Musthofa Tak Kecewa

“Setelah kami lakukan penyelidikan kejadiannya ternyata Sabtu (20/10) sedangkan ini hari Rabu,” ujar dia.

Atas kasus itu, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. Saat ini proses lidik baru dilakukan di jasad korban dengan melakukan otopsi.

“Korban sudah mau dimakamkan di Kendal. Kami membutuhkan jasad korban untuk dikembangkan ke arah penyelidikan,” jelasnya.edit