Kota Tegal – Dari data dengan rujukan online BPJS Kesehatan berjenjang untuk rumah sakit type B seperti RSUD Kardinah Kota Tegal, Jawa Tengah terjadi penurunan kunjungan pasien.
Penurunan pasien RSUD Kardinah dari 20-30 persen per hari itu terjadi akibat kebijakan baru rujukan berjenjang yang telah ditetapkan oleh BPJS Kesehatan.
“Untuk Rawat Jalan Tingkat Lanjut (RJTL) dari bulan September 2018 sebanyak 14.805. Sedangkan 15 Oktober 2018 hanya 6.204 RJTL atau mengalami penurunan mencapai 21,27 persen,” kata Plt Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal, dr Heri Susanto Sp.A Rabu (17/10/2018).
Untuk Rawat Inap Tingkat Lanjut (RITL) bulan September 2018 sebanyak 2.353 dan terhitung 15 Oktober 2018 hanya 560, penurunan mencapai 20,80 persen.
“Karena 80 hingga 90 persen RSUD Kardinah adalah pasien BPJS sehingga mempengaruhi target pendapatan rumah sakit, karena Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk operasional mengandalkan dari pendapatan rumah sakit,” kata dr Heri
Heri menegaskan, untuk RSUD Kerdinah meskipun mengalami penurunan dari pendapatan belum ada rencana untuk mengurangi jumlah tenaga BLUD
“Diharapkan semua pemangku kepentingan untuk duduk bersama membicarakan masalah BPJS Kesehatan sehingga bisa diperoleh suatu regulasi yang saling menguntungkan semua pihak,” tegas Heri.nin/edit















