4 Napi Teroris Meninggal di Nusamkambangan dalam 4 Bulan 

oleh

Solo – Seorang narapidana kasus terorisme bernama Agus Tri Mulyono diketahui meninggal dunia di Lapas Batu Nusakambangan. Agus menjadi napi terorisme keempat yang meninggal dalam empat bulan terakhir.

Kematian Agus dan sejumlah napi lainnya menjadi pertanyaan sejumlah pihak. Pasalnya, kondisi itu dianggap memprihatinkan dan menjadi masalah tersendiri.

Humas Tim Advokasi Reaksi Cepat (TARC), Endro Sudarsono, menduga ada keganjilan dalam kematian keempatnya. Pihaknya mendesak pemerintah membentuk tim independen untuk menginvestigasi penyebab kematian para napi tersebut.

INFO lain :  Butuh Kucuran Dana Untuk Kucurkan AirBersih

“Kami mendesak Ketua DPR dan Presiden untuk membentuk tim pencari fakta independen, profesional dan kompeten mengungkap penyebab kematian mereka,” kata Endro  di Solo, Senin (15/10).

Diungkapkan Endro, pihaknya menyebut tiga napi yang tewas sebelumnya ialah Muhammad Basri yang meninggal pada 7 Juli 2018. Kemudian Irsyad alias Ican pada 12 Agustus 2018 dan Winduro pada 22 September 2018.

INFO lain :  Dua Penjudi Dadu Kopyok Diamankan Petugas Polres Wonigiri

Keempatnya didiagnosis meninggal karena sakit. Meski demikian, TARC menduga ada penyebab lain yang membuat napiter meninggal.

“Tapi yang kita khawatirkan penyebab utamanya karena mungkin luka, ditembak, atau jeratan,” ujar dia.

Ketua TARC, M. Taufik menambahkan, masalah fasilitas di dalam lapas, terutama masalah makanan dan kesehatan diduga menjadi salah satu faktor penyebabnya. Seharusnya lapas harus memberikan fasilitas tersebut secara layak.

INFO lain :  Kakek Pikun Tewas Mengapung di Sungai Dolang Setelah Empat Hari Hilang

“Mereka ditahan di super maximum security. Segala makanan yang memberikan dari pengelola, tidak bisa makanan masuk dari luar. Maka tim pencari fakta ini juga harus dibentuk dari sisi ahli kesehatan ahli gizi, tidak hanya dari tim hukum,” katanya.edit