Purworejo – Seorang kakek berusia 76 tahun ditemukan mengapung di aliran Sungai Dolang di wilayah Desa Sambeng, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo, Rabu (6/6/2018). Pria tersebut diketahui bernama Ahmad Rokhawi warga Desa Jrakah RT 02 RW 03 Kecamatan Bayan.
Informasi yang dihimpun, penemuan jasad di Sungai Dolang ini sempat menggegerkan warga di Desa Sambeng. Penemuan mayat ini pertama kali diketahui oleh Kadar Kuswadi (40), warga setempat yang tengah melintas di dekat lokasi.
Setelah menemukan adanya jasad yang mengapung di aliran sungai tersebut, Kuswadi kemudian memberitahukan kepada warga lain dan meneruskannya ke pihak kepolisian. Mendapatkan laporan dari warga, petugas Polsek Bayan bersama tim medis puskesmas setempat dan Tim Inafis Polres Purworejo langsung menuju ke lokasi penemuan mayat.
Kapolsek Bayan AKP Suryanto saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Ia menjelaskan, penemuan jasad Akhmad Rokhawi pertama kali diketahui oleh tetangga korban.
“Saat itu saksi (Kuswadi) hendak ke rumah tetangganya, melintas di sekitar lokasi dan melihat ada benda mirip sesosok mayat dalam posisi tengkurap. Setelah memastikan benda itu merupakan mayat, selanjutnya melapor ke pihak kami,” terang AKP Suryanto.
Ia melanjutkan, dari hasil pemeriksaan petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban. Ia menyampaikan, setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut korban diketahui bernama Ahmad Rokhawi (76), warga Desa Jrakah RT 02 RW. 03 Kecamatan Bayan. Identitas diketahui setelah pihak keluarga yang datang ke lokasi penemuan mayat tersebut.
Hasil dari olah TKP dan keterangan saksi, korban sudah pikun dan sering jalan-jalan sendiri. Dugaan sementara korban terpeleset dan jatuh ke Sungai Dolang sehingga menyebabkan korban meninggal dunia.
“Usai pemeriksaan terhadap jasad korban dan disesuaikan dengan ciri-ciri fisik, dapat dipastikan bahwa sosok jenazah seorang kakek yang ditemukan tewas tersebut merupakan keluarganya,” terang dia.
“Pihak keluarga korban sudah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak menghendaki dilakukan otopsi. Usai dilakukan pemeriksaan dan identifikasi oleh petugas, selanjutnya, korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” imbuh dia.edi
















