Agar masyarakat terbiasa dengan program baru tersebut, kata dia, perlu ada edukasi untuk mulai terbiasa menggunakan transaksi nontunai, agar lebih efisien dan minim risiko.
Pemegang kartu Kusuka, lanjut Dian, juga bisa melakukan berbagai transaksi melalui agen laku pandai 46 yang ada di desa-desa sehingga pembudidaya tidak perlu repot-repot melakukan transaksi di kantor cabang.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan simulasi penggunaan kartu Kusuka melalui mini mobile ATM.
Sarifuddin, salah seorang pembudidaya ikan asal Pati berharap kartu Kusuka ini memberikan pelajaran bagi pembudidaya cara bertransaksi daring dan memanfaatkannya sebagai sarana untuk mempermudah manajamen usaha agar lebih efektif, misalnya dengan menyisihkan keuntungan melalui tabungan di kartu Kusuka.
“Mudah-mudahan janji akan mendapatkan prioritas bantuan benar-benar direalisasikan, termasuk kemudahan dalam mengakses bantuan modal seperti KUR dari bank BNI,” ujarnya.














