“Sebagai tahap awal, kartu Kusuka diserahkan melalui BNI kepada 236 pembudidaya ikan dari Kabupaten Jepara, Pati dan Demak,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tri Hariyanto di sela-sela penyerahan kartu Kusuka di Aula Alie Poernomo Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, Selasa (21/8/2018).
Sisanya, kata dia, akan diberikan secara bertahap setelah proses validasi selesai.
Ia mengatakan penerbitan kartu Kusuka merupakan bagian dari upaya KKP dalam melakukan pemberdayaan dan perlindungan pelaku usaha perikanan, khususnya pembudidaya ikan melalui penyediaan data base yang akurat di bidang kelautan dan perikanan.
“KKP juga ingin mewujudkan sistem satu data melalui single identity bagi pelaku usaha kelautan dan perikanan,” ujarnya.
Menurut dia, data base yang disajikan secara daring dan terintegrasi menjadi keniscayaan pada saat ini.
Hal tersebut, lanjut dia, tentuya akan memberikan kemudahan kepada pemerintah dalam memetakan kebijakan yang bersentuhan langsung dengan pembudidaya ikan.
Kartu Kusuka tersebut, nantinya diklaim menjadi basis data untuk perlindungan bagi pembudidaya ikan melalui program asuransi perikanan bidang pembudidayaan ikan.
Manfaat lainnya, yakni menjadi sarana efektif dalam melakukam pembinaan, monitoring dan evaluasi perkembangan usaha budidaya yang dijalankan.
Alasan menggandeng BNI dalam penerbitan kartu Kusuka, kata dia, pihak perbankan juga secara tidak langsung menyediakan akses pembiayaan bagi usaha mikro kecil.
“Adanya tuntutan persyaratan perdagangan perikanan global yang menuntut jaminan mutu dan keamanan pangan produk, maka kartu Kusuka kelak bakal menjadi basis awal sistem ketelusuran bagi produk perikanan budidaya di hulu,” ujarnya.
Pembudidaya ikan yang mengantongi kartu Kusuka nantinya bakal mendapatkan prioritas utama dalam mengakses dukungan program-program KKP.
Sementara itu, Divisi Pemasaran BNI Cabang Jepara Dian Dwi Rawaningrum menjelaskan bahwa selain sebagai data base yang terintegrasi dengan website KKP, ?kartu tersebut juga memiliki multiguna khususnya bagi kemudahan akses transaksi daring dan kemudahan akses pembiayaan seperti kredit usaha rakyat (KUR).
Nantinya, kata Dian, pihak perbankan tidak perlu repot-repot melakukan verifikasi karena kartu tersebut telah terjamin keakuratannya.
“Secara prinsip kartu Kusuka ini juga berfungsi layaknya kartu debet, hanya saja tidak dikenakan biaya administrasi dan limit saldo yang lebih kecil yakni Rp20.000,” ujarnya.















