Yang Romantis Tak Selalu Manis

oleh

Jakarta– Siapa bilang kalau setiap perlakuan romantis akan berujung baik bagi hubungan asmara? Aslinya, yang romantis tak selalu manis.

Hampir semua orang menganggap hal romantis adalah elemen penting bagi kelanggengan hubungan. Meski bikin wajah tersenyum malu, tapi para ahli menyebutkan bahwa perlakuan romantis justru bisa jadi pertanda akan gagalnya jalinan asmara.

Peneliti menganjurkan kita agar semakin peka terhadap tingkah laku pasangan dengan mencermati enam hal berikut.

1. Ungkapan cinta terlalu awal

Pernyataan cinta selalu bisa bikin seseorang kelepek-kelepek. Tapi, Anda perlu berhati-hati jika ungkapan cinta itu disampaikan hanya dalam waktu dua pekan setelah berkencan. Menyenangkan memang, tapi hal itu bisa jadi awal dari bencana.

INFO lain :  Stop Unggah Foto Berbikini

Namun, itu semua bergantung dengan bagaimana cara seseorang mengungkapkannya.

“Meski tak berlaku pada semua kasus, tingkah laku semacam ini cukup umum,” kata psikolog hubungan Universitas Toronto, Kanada, Mariana Bockarova, melansir Cosmopolitan.

Bockarova mengatakan, orang-orang seperti itu sesungguhnya yakin betul dengan apa yang dirasakannya. Hanya saja, biasanya mereka tak terlalu mengenal pasangannya. Jika ditolak, itu bisa berujung pada tingkah agresif atau dingin seseorang.

2. Terlalu ‘terbuka’ di kencan pertama

Kencan pertama jadi momen untuk melihat bagaimana seseorang mengungkapkan pemikiran dan ide-idenya pada pasangan. Obrolan tak bakal jauh-jauh dari pekerjaan, hobi, dan mugnkin, film favorit. Namun, di luar itu, ada pula orang yang bersedia “buka-bukaan” soal kehidupan pribadi dan masa kecilnya.

INFO lain :  Berat Badan Turun 19 Kg Setelah Rutin Mengonsumsi Jeruk Lemon

Di poin ini, Bockarova menggarisbawahi orang-orang yang mulai membagi kisah cintanya di masa lalu. Sosok mantan kekasih yang muncul di sela-sela obrolan ringan bisa jadi pertanda buruk. Obrolan acak soal pengalaman kencan terdahulu atau pengalaman patah hati bisa jadi pertanda bahwa si dia tak siap dengan hubungan baru.

3. Terlalu sering bertukar pesan

Jatuh cinta membuat seseorang secara natural terdorong untuk terus mengobrol bersama sosok yang disukainya. Romantis. Apalagi jika orang yang disukai meresponsnya dengan antusias.

INFO lain :  Lele Jadi Menu Wajib

Namun, Bockarova menyebut bahwa itu adalah bentuk komunikasi yang berlebih.

“Mereka mungkin cepat terikat dengan pasangan yang romantis, tapi tidak waspada terhadap komunikasi yang berlebihan,” katanya.

4. Ingin menghabiskan seluruh waktunya dengan pasangan

Keinginan untuk menghabiskan waktu dengan seseorang yang disukai adalah lumrah. Namun, tak baik pula jika waktu yang diberikan terasa berlebihan. Sebab, setiap manusia pasti membutuhkan waktu bersama bagian-bagian kehidupannya yang lain, baik itu bersama keluarga atau sahabat.