Ketika ditanya tentang motif pembunuhan Kapolres menjelaskan bahwa pelaku sebelumnya mencekik korban sampai lemas dan dibawa ke wilayah Blora lalu dibakar.
“Motif pelaku ingin menguasai harta benda milik korban. Kemudian pelaku mencekik dan membakar korban dengan cara membungkusnya dengan selimut hotel,” jelas AKBP Saptono.
Ferin diketahui meninggalkan kosnya sejak 31 Juli lalu. Menurut keluarga, sehari-harinya berprofesi sebagai caddy golf.
“Kesehariannya di Semarang, kerjanya di Semarang, caddy golf,” kata Wiwit, kakak korban, saat prosesi pembongkaran makam mayat adiknya di TPU Jomblang, Kota Blora, Selasa (7/8/18).
Saat ditemui di rumah duka, ibu Ferin, Kiswati mengatakan, anak keempatnya dari lima bersaudara itu sudah sekitar 2 tahunan indekos di Siliwangi Resident Semarang untuk bekerja. Tanggal 31 Juli lalu, Ferin pamit ke rekan kosnya untuk pergi bertemu dengan teman lelakinya.
“Tanggal 31 meninggalkan rumah (kos). bilang ke temannya mau ketemu teman cowoknya. Dia naik grab dipesankan temannya,” kata Kiswati.
Kini jenazah Ferin telah dibawa ke Semarang untuk dites DNA. Rencananya jenazah Ferin juga akan dimakamkan di Semarang. edit
















