Pemkot Tegal Minta Warga Kendalikan Sampah Plastik untuk Cegah Bencana

oleh

Kota Tegal – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati dengan penanaman pohon, pelepasan burung ke alam liar dan penebaran bibit ikan di Hutan Kota Polder Bayeman, Kelurahan Kaligangsa di Kota Tegal, Senin (30/7/2018).

Hadir dalam acara itu, Plt. Walikota Tegal, M. Nursholeh, Plt Sekda Kota Tegal, Yuswo Waluyo jajaran Forkompinda. Acara juga dimeriahkan dengan lomba cerdas cermat, lomba mewarnai poster, lomba melukis tempat sampah dan lomba kerajinan.

Walikota mengatakan, permasalahan lingkungan hidup semakin meningkat. Berbagai bencana, seperti banjir dan melonjaknya timbulan sampah terjadi sebagai buktinya.

INFO lain :  ​Alun-alun Kota Tegal Segera Direvitalisasi

Di sisi lain, semakin tingginya suhu / temperatur bumi berdampak pemanasan global. Kondisi itu jika dibiarkan dapat menyengsarakan masyarakat.

“Perlu usaha tanggap dan cepat melakukan langkah-langkah antisipatif maupun rehabilitatif dalam mengatasi permasalahan lingkungan hidup ini,” kata M Nursholeh.

Diungkapkannya, di Kota Tegal timbunan sampah per hari mencapai 200 ton yang berasal dari permukiman, pasar tradisional, dan pasar modern, komposisi sampah terdiri dari sampah organik sebesar 80%, an organik 20 %. Setiap tahunnya timbulan sampah an organik mengalami peningkatan.

INFO lain :  Lapas Pekalongan Kebobolan, Napinya Kedapatan Simpan dan Edarkan Sabu

Semakin banyaknya penggunaan kantong plastik oleh masyarakat menjadi pemicu meledaknya jumlah sampah plastik yang dapat merusak lingkungan. Penggunaan produk plastik yang tidak ramah lingkungan telah menyebabkan berbagai masalah yang serius, baik di darat maupun di laut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tegal, R. Resti Drijo Prihanto mengatakan, tujuan kegiatan rangkaian acara Hari Lingkungan Hidup Sedunia adalah menggerakan peran serta masyarakat dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup khususnya pengelolaan sampah plastik.

INFO lain :  Pejabat Kabupaten Brebes Nyabu Divonis 5 Tahun

Resti menambahkan diharapkan masyarakat memiliki keinginan yang kuat dan mau melakukan pengelolaan sampah khususnya sampah plastik melalui proses 3R atau reuse, reduce, dan recycle Tegal serta dari komunitas sepeda yang ada di Kota Tegal dan sekitarnya.edit