Krisis Air Bersih di Tegal Meluas, 3 Kecamatan Kesulitan Air Bersih

oleh

Tegal – Kekeringan akibat musim kemarau di Kabupaten Tegal, terutama di wilayah Pantura kian meluas. Wilayah yang mengalami krisis air bersih dan membutuhkan bantuan bertambah banyak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal sendiri memetakan ada 3 kecamatan yang mengalami kekurangan air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air minum warga, BPBD dan PMI sudah menyalurkan puluhan tangki air bersih.

Tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Tegal yang mengalami krisis air bersih masing-masing Warureja, Surodadi dan Jatinegara. Widiarto, staf Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tegal menjelaskan, di Kecamatan Warureja ada 4 desa, Kecamatan Surodadi ada 1 desa, dan Jatinegara sebanyak 5 desa.

INFO lain :  Empat Titik Perbatasan Menuju Ibu Kota Jateng Disekat

“Kami sudah menyalurkan air bersih sejak 13 Juli 2018 dan masih berlangsung sampai sekarang. Satu desa kami drop bantuan 2 tangki,” kata Widiarto, Rabu (25/7/2018).

INFO lain :  Rp45 Miliar untuk Tata Kawasan Palagan Ambarawa

Dikatakannya, terdapat 7 kecamatan yang rawan mengalami krisis air bersih setiap musim kemarau. Selain Warureja, Surodadi dan Jatinegara, tiga kecamatan lainnya adalah Balapulang, Dukuh Waru, Kedung Banteng dan Pangkah.

INFO lain :  Upah Minimum Provinsi Jateng 2022 Dipatok Rp 1.812.935

Pengurus PMI Cabang Kabupaten Tegal, dr Bimo Bayuadji mengatakan, sejak musim kemarau tahun ini sudah menyalurkan bantuan air sebanyak 14 trip. Untuk membantu warga akan air bersih, PMI juga menggandeng organisasi RAPI Tegal.

“RAPI siap 19 tangki untuk membantu warga,” ujar Bimo di sela menyalurkan air di Kecamatan Jatinegara. edit