Pemalang – Ratusan warga Kabupaten Pemalang dari berbagai lapisan masyarakat berbondong-bondong diajak menonton film 22 Menit. Film berdurasi 71 menit karya Eugene Panji dan Myrna Paramita ini diambil dari kisah nyata, kejadian teror bom di Jakarta 14 Januari 2016 yang lalu.
Walaupun di Pemalang tidak ada bioskop, namun antusiasme masyarakat Pemalang untuk menonton film tersebut sangat besar. Buktinya, mereka rela berbondong-bondong ke tetangga kota, Tegal di CGV Cinema Transmart Tegal Kota.
Saeful, salah seorang penonton dari Petarukan mengaku tertarik menonton 22 Menit bersama rombongan karena penasaran.
“Penasaran, karena kami lihat previewnya ini film yang mengulas soal usaha Brimob, melumpuhkan teroris di Jakarta. Menurut saya ini Jadi film pertama di Indonesia yang mengungkap kekejaman teroris, kata pria 40 tahun ini usai menonton bareng, Sabtu (21/7/2018).
Selain dari kalangan masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tak ketinggalan para personel Polri bersama anggota keluarganya turut serta. Tampak pula dari Forkopimda, Kodim 0711, anggota Saka Bhayangkara membaur dalam tribun penonton di bioskop CGV Tegal.
Kasubbag Humas Polres Pemalang, AKP Lies menyambut baik antusiasme masyarakat untuk menonton film yang mulai diputar perdana di seluruh Indonesia mulai tanggal 19 Juli 2018 kemarin.
Maksud 22 menit menjelaskan butuh 22 menit bagi Polri untuk meringkus teroris saat Bom Sarinah alias Bom Thamrin terjadi di Jakarta.
Seorang penonton film lainnya menambahkan, dirinya merasa sakit hati banget waktu lihat bagaimana bom di sebuah cafe, meledak melukai orang-orang dan anak-anak tidak berdosa.
“Kemudian bom susulan di Pos Polisi Tamrin, yang juga melukai banyak orang. Tindakan terorisme tidak bisa dibenarkan, katanya mengomentari film dengan ajakan hastag #KAMITIDAKTAKUT ini.edit















