Digoyang Kasus Plagiasi, Prof Fathur Rokhman Unggul di Pemilihan Rektor Unnes

oleh

Semarang – Rapat Pleno Senat Tertutup Penyaringan Visi-Misi Calon Rektor Unnes Periode 2018-2022 digelar di Ruang Rapat Senat Lantai IV Gedung H Rektorat Universitas Negeri Semarang (Unnes), , Selasa (3/7/2018). Rapat diikuti sekitar 65 anggota senat universitas.

Hasil pemungutan suara rapat terdapat tiga calon rektor dalam penyaringan visi-misi. Prof Dr Fathur Rokhman yang merupakan calon incumbent memperoleh 61 suara. Lalu masing-masing 2 suara untuk Dr Achmad Rifai (akademisi Fakultas Ilmu Pendidikan Unnes) dan Dr Martitah (akademisi Fakultas Hukum Unnes).

Rapat diakui digelar sesuai Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) RI Nomor 19 Tahun 2017 serta Peraturan Senat Unnes Nomor 1 Tahun 2018.

INFO lain :  Sopir Truk Penabrak Sastrawan NH Dini Tersangka dan Ditahan

“Secara legal formal, berdasarkan prosedur, seluruh tahapan maupun langkah-langkah yang kami lakukan sudah sah,” kata Ketua Senat Unnes Prof Dr Soesanto.

Sementara untuk penetapan termasuk pelantikan Rektor Unnes terpilih periode 2018-2022 akan dilakukan menunggu hasil penilaian dari Menristekdikti RI.

Sementara atas terpilihanya kembali sebagai rektor, Prof Fathur Rokhman digoyang kasus dugaan plagiasi. Dugaan plagiasi itu santer menjadi pembicaraan di medsos dan kampus di kawasan Sekaran, Gunungpati, Semarang itu.

Karya ilmiah sang profesor berjudul ‘Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas’ diduga sama dengan karya milik Anif Rida yang terbit lebih dahulu. Yaitu berjudul, “Pemakaian Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri dan Implikasinya bagi Rekayasa Bahasa Indonesia: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas”.

INFO lain :  Akibat Tanah Bergerak, Belasan Rumah di Banyumas Rusak 

Karya Fathur Rokhman terbit di jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajarannya (Litera) Universitas Negeri Yogyakarta Volume 3, Nomor 1, Tahun 2004 lalu. Penelitian itu dapat ditemukan pada alamat https://journal.uny.ac.id/index.php/litera/article/view/6772.

Sementara karya Anif Rida terbit satu tahun sebelumnya, yakni terbit pada prosiding Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya (Kolita) 1 Universitas Katholik Atma Jaya Jakarta tahun 2003. Hasil penelitian itu dapat dilihat di laman https://lib.atmajaya.ac.id/defalut.aspx?tabID=61&src=a&id=8827.

INFO lain :  Pengunggah Video Wanita Histeris Dicium Pria Berjaket Ojol Minta Maaf

Jika dilihat dari bentuk kedua karya tersebut, hampir 90 persen terjadi kesamaan. Bahkan di beberapa halaman, kemiripan kedua karya itu hampir sama 100 persen.

Dari judul, isi, data, tabel, angka, hasil penelitian hingga daftar pustaka, kedua karya tersebut hampir sama persis. Hanya bedanya, dua karya itu memiliki dua nama dan dikirim di jurnal yang berbeda pada tahun yang berbeda pula.