Elpiji Langka di Kebumen, Satu Tabung Melon Dihargai Rp 39 Ribu

oleh

Kebumen – Kelangkaan elpiji sempat terjadi di wilayah Kebumen, Jawa Tengah. Kondisi itu mendapatkan perhatian serius dari Pemkab Kebumen dan Pertamina.

Keseriusan Pemkab Kebumen dalam persoalan elpiji dilaksanakan dengan melakukan sidak ke berbagai SPBE yang ada di Kebumen. Bukan hanya itu saja, jajaran Pemkab juga langsung turun ke lapangan untuk mengambil sampel harga elpiji.

Saat itu ditemukan bahwa gas elpiji ukuran 3 kilogram dijual dengan harga Rp 30 ribu rupiah. Sidak dilaksanakan oleh Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfuz, Asisten II, Kabag Perekonomian dan Dinas Peridustrian Kebumen, Rabu (13/6/2018).

INFO lain :  Pengecer Togel Hongkong di Pati Ditangkap Polisi

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Kebumen Hj Wahyu Siswanti SE MSi membenarkan jika harga di pengecer sangat kacau. Kendati demikian ranah Pemkab dalam hal ini sangat terbatas, sebab yang menindak pengecer adalah kewenangan pangkalan.

“Saya menemui ada orang yang kurang mampu harus membeli gas elpiji 3 kilo seharga Rp 39 ribu,” tuturnya.

Pihaknya menyampaikan meski saat stok ini jumlah elpiji 3 kilo telah ditambah, namun jika tidak dilaksankan pengawasan secara intensi dari pertamina ke agen, dari agen ke pangkalan dan dari pangkalan ke pengecer tentunya kemelut tersebut tidak akan selesai. Terlebih jika hal ini dilaksanakan untuk mencari keuntungan pribadi.

INFO lain :  Mantan Pembasket NBA ini Ikuti Jejak Mike Tyson Tanam Ganja

“Ke depan kami akan membuat aturan pemerataan pangkalan,” katanya.

Dijelaskannya, saat ini memang telah terdapat  865 pangkalan. Kendati demikian hal ini tidak merata hingga ke daerah pelosok. Beberapa kecamatan besar seperti, Gombong, Karangayar, Kebumen, Kutowinangun Prembun memang memiliki banyak pangkalan. Namun untuk kecamatan pinggiran sangat minim.

“Untuk itu diperlukan sikap yang legowo dari para agen, yakni mengambil sebagian dari elpiji untuk diedarkan di desa-desa,” katanya.

INFO lain :  Bendera Komunis Dibakar saat Massa Parade Tauhid di Solo

Wahyu menegaskan, meningkatnya harga dipengecer dipengaruhi oleh banyak alasan, mulai dari trasportasi, langka barang dan lain sebagainya. Untuk itu diperlukan ketegasan dari para pangkalan dalam membina pengecer.

“Selain itu, pengecer, pangkalan dan agen juga harus tegas, bahwa TNI, Polri dan PNS dilatang menggunakan gas elpiji 3 kilo,” paparnya.

Wahyu menambahkan adanya kekacauan elpiji juga diakui oleh Pertamina. Dalam hal ini pertamina telah meminta maaf kepada Pemkab Kebumen. Kelangkaan salah satunya dipicu oleh keterlambatan melakukan penambahan stok. (edi)