Wonogiri – Sedikitnya 418 warga Kabupaten Wonigiri mengidap HIV/AIDS. Data itu berasal dari Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KPAD) Wonogiri. Ige Budiyono Sekretaris KPAD Wonogiri mengatakan, penderita HIV/AIDS pertama kali ditemukan di Wonogiri pada tahun 2001.
“Ketika itu ada dua orang penderita. Di tahun 2007 menjadi empat orang dengan rincian satu HIV dan tiga AIDS. Sepuluh tahun kemudian, membengkak jadi 388 orang dengan rimcian 135 HIV dan 253 AIDS. Dari jumlah itu, 19 diantaranya adalah anak-anak,” kata Ige Budiyono saat rapat koordinasi soal HIV/AIDS di pendopo rumah dinas Bupati, Selasa (8/5/2018).
Dikatakan Ige, pada tahun 2018, penderita melonjak drastis. Sampai bulan Maret, penderita penyakit tersebut sudah bertambah menjadi 418 orang.
Dari sisi usia, lanjutnya, hampir semuanya terkena HIV/AIDS pada usia produktif, yakni antara 30 tahun hingga 45 tahun. Sementara dilihat dari sebarannya, seluruh kecamatan di Wonogiri, terdapat penderita.
“Dari 25 kecamatan yang ada, yang paling banyak penderitanya adalah kecamataan Jatisrono, kemudian Tirtomoyo, disusul Kecamatan Jatiroto dan Wonogiri baru kemudian Kecamatan Girimarto,” jelasnya dalam acara yang dihadiri para kepala desa, pegawai Puskesmaa, tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya itu. (edi)
















