Gadis Belia di Kudus Dicabuli Tiga Pemuda Secara Bergilir

oleh

Kudus – Tingkah tiga pemuda asal Kudus ini bisa dibilang biadab. Betapa tidak, ketiga pemuda yang berinisial E (19), A(20), dan Y(19) tega mencabuli gadis belia berusia 14 tahun secara bergilir. Lebih miris lagi, salah seorang pelaku merupakan pacar korban.Akibat kejadian memilukan tersebut korban mengalami trauma berat.

Informasi yang berhasil dihimpun, aksi pencabulan berjamaah itu terungkap dari laporan orangtua korban bersama Kuasa Hukum korban, Tendy Suci Atmoko ke Polres Kudus pada Rabu (2/5/2018).

Selaku kuasa hukum korban, Tendy mengungkapkan bahwa satu di antara tiga laki-laki tersebut diduga berprofesi sebagai pengemudi ojek daring. Berdasarkan keterangan Tendy, kejadian bermula saat korban dijemput oleh seorang lelaki berinisial A (20) pada Kamis (26/4/2018) sekira pukul 11.00 WIB di gang kampungnya, di salah satu desa di Kecamatan Bae, Kudus.

INFO lain :  Pembobolan Mesin ATM di Kudus, Pelaku Gunakan Mobil

“Setelah dijemput oleh lelaki berinisial A itu, korban diajak muter-muter, sampai di Taman Oasis. Setelah itu korban disetubuhi di sawah di sekitar Taman Oasis,” kata Tendy.

Setelah lelah berputar-putar, korban disetubuhi oleh A. Selanjutnya pada malam harinya korban lantas diserahkan oleh A kepada lelaki lain berinisial E (19), warga Kecamatan Jati, Kudus. Korban diinapkan oleh E di sebuah rumah di Kecaman Jati. Malam itu juga korban disetubuhi oleh E. Sampai pada esok hari, korban ditinggal kerja oleh pelaku E.

INFO lain :  Targetkan Tes Bagi 5.000 Warga

Selanjutnya pada Jumat (27/4) pagi sekitar pukul 10.00 WIB, korban dijemput oleh seorang lelaki berinisial Y (19) yang mengaku sebagai kekasih korban. Sampai di situ, ternyata Y membawa korban ke sebuah rumah yang terletak di Kecamatan Jekulo, Kudus. Di situlah korban juga disetubuhi oleh Y.

Akhirnya, pada Jumat malam sekitar pukul 19.00 WIB Y mengantarkan korban ke kediamannya. Takut korban bilang kepada orang tuanya, akhirnya Y meminta korban untuk tutup mulut. Bahkan Y menunggui korban di rumahnya sampai pada pukul 24.00 WIB.

“Ketiga pelaku lelaki berbeda ini saling kenal atau tidak, belum diketahui. Masih menunggu penyelidikan dari pihak kepolisian,” ujar Tendy.

INFO lain :  Petani di Cilacap ini Tewas Mengapung Usai Terpeleset

Lebih lanjut, Tendy menyampaikan, semula korban enggan memberikan keterangan atas apa yang telah dialaminya. Akhirnya, pada Senin (30/4/2018) korban mau memberikan keterangan setelah dibawa ke psikolog dan kemudian menjalani visum.

“Dugaan keterkaitan pengemudi ojek online, kami akan melayangkan surat dan meminta kejelasan ke kantor ojek Jawa Tengah,” ujarnya.

Tendy juga menyampaikan awal pertemuan korban dengan pengemudi ojek daring tersebut bukan karena pesanan untuk diantar ke suatu tempat. Tapi, sebelumnya keduanya telah menjalin komunikasi melalui obrolan di media sosial.