Pengemudi Go Jek Komunitas Betawi Demo di Tegal

oleh

Tegal – Aksi unjuk rasa dilakukan ratusan pengemudi ojek online, Go Jek di Slawi, Tegal, Kamis (19/4/2018) pagi. Sekitar lima puluh driver Go Jek berkumpul dan berangkat dar kompleks GOR Tri Sanja Slawi untuk menggelar aksi bersama pengemudi lain ke halaman Kantor DPRD Tegal Kota.

Tergabung dalam driver Go-Jek dari wilayah Kabupaten Brebes dan Tegal Kota atau disingkat Betawi (Brebes -Tegal – Slawi), mereka menggelar aksi unjuk rasa di sana. Dalam aksinya, mereka menyampaikan ada lima point tuntutan yang disampaikan, yaitu soal kenaikan tarif batas minimum, kejelasan tarif bagi hasil Go – Food.

“Perluasan wilayah orderan, manajemen kantor diperbaiki serta payung hukum aplikasi,” kata seorang peserta aksi.

INFO lain :  Arus Lalu Lintas Depan Pasar Ir Soekarno Dialihkan

para driver Go Jek itu menuntut manajemen agar tarif ojek online segera dinaikkan. Aksi digelar dengan pawai dari Lapangan SMA Negeri 1 Tegal menuju ke Kantor DPRD Kota Tegal. Sambil membawa spanduk, mereka berkumpul dan berorasi di sana.

Demontrasi dilakukan karena memprotes tarif yang turun hingga setengah harga dari sebelumnya. Yakni dari Rp 1.600 menjadi Rp 1.300 per kilometer. Mereka meminta segera tarif dinaikkan seperti semula. Mereka menilai hal itu tidak manusiawi dan membebani.

INFO lain :  Pengeroyok Suporter Persija Ditangkap Polres Tegal Kota

Dijelaskan, saat ini tarif tersebut untuk jauh dekatnya jarak. Hal ini merupakan skema baru yang berlaku secara bertahap.

“Turunnya bertahap sejak beberapa minggu yang lalu,” ujar seorang peserta.

Ia mengungkapkan, dengan murahnya tarif itu, para pengemudi sudah tidak bisa memperoleh sisa pendapatan. Karena, saat ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok saja.

INFO lain :  Penambangan Pasir Ilegal di Banyumas Digerebek Polisi

“Kalau dulu tiap hari bisa menyisakan Rp 30 ribu. Sekarang pas-pasan mas,” kata dia.

Selain itu, mereka juga menuntut agar skema bonus perolehan penumpang untuk dikembalikan seperti semula. Yakni dari 70 persen menjadi 55 persen.

“Kalau dahulu dengan mendapatkan penumpang berjumlah 55 persen sudah keluar bonusnya. Sekarang harus 70 persen,” kesalnya.

Tujuh perwakilan pendemo kemudian bertemu dengan Komisi I dan Dinas Perhubungan Kota Tegal. Dari informasi yang didapat, aplikator akan diundang untuk dirapatkan bersama seluruh pihak. (edi)