Purbalingga – Para Santri Pencak Silat Pagar Nusa mendeklarasikan diri menjaga keutuhan Pancasila dan NKRI serta menangkal masuknya paham radikalisme. Mereka juga menyatakan, menolak segala bentuk berita hoax atau ujaran kebencian yang akan merongrong NKRI serta mendukung terselenggaranya Pilkada Damai tahun 2018.
Ikrar bersama itu dilakukan para pendekar saat Wisuda ke-I Pencak Silat Pagar Nusa Kabupaten Purbalingga di Lapangan Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja, Sabtu (14/4/2018) malam. Dalam kegiatan tersebut, dihadiri seribu pendekar PS Pagar Nusa Kabupaten Purbalingga dan dari sejumlah daerah di Indonesia.
Kegiatan diawali karnaval yang diikuti oleh seluruh peserta PS Pagar Nusa Indonesia dengan mengambil rute dari Dusun Kemojing dan finis di Lapangan Desa Tlahab Kidul. Kegiatan dilanjutkan upacara pembukaan dan festival atraksi PS Pagar Nusa dari masing masing kabupaten.
Malamnya, dilaksanakan deklarasi dan pembacaan irar bersama dilanjutkan dengan kegiatan sholawat dan istighosah. Istighosah dipimpin KH Ayip Abdulloh dari Cirebon, Jawa Barat.
Peserta diikuti kurang lebih seribu orang dari berbagai Kabupaten dan propinsi antara lain Purbalingga, Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, Kebumen, Purworejo, Magelang, Klaten, Pemalang, Pekalongan, Tegal, Brebes, Cirebon, Surabaya, Madiun, Blitar dan Lampung.
Ketua PS Pagar Nusa Kabupaten Purbalingga M. Kholiq Muklis mengatakan, para santri Pencak Silat Pagar Nusa merupakan bagian tak terpisahkan dalam perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia. Oleh karenanya, menjaga keutuhan NKRI adalah wajib bagi para pendekar ini.
“Para santri dulu berjuang mengorbankan nyawa dengan adanya resolusi jihad merebut kemerdekaan. Sekarang kita juga harus siap membela persatuan NKRI. Kita harus menangkal pihak-pihak yang menginginkan NKRI bubar dan mengganti dengan paham yang baru” katanya.(edi)
















