SEMARANG – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah Yulianto Sudrajat mengatakan, saat ini pihaknya tengah berkonsentrasi dengan tahapan distribusi logistik pemilu. Selain itu, pihaknya juga tengah melakukan proses rapid terhadap petugas pemungutan suara.
Dia tak memungkiri, salah satu kendala yang muncul adalah keengganan KPPS dites cepat Covid-19.
“Sebagian petugas enggan di-rapid. Yang menolak di Wonosobo, namun jumlahnya tak signifikan. Tadi kami juga minta pemerintah daerah bantu kami misalnya kepala desa, agar kalau jadi petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) harus di-rapid,” ujarnya, Kamis (26/11).
Terkait daerah Klaten dan Boyolali, yang terancam letusan Gunung Merapi, Yulianto mengatakan telah menyiapkan skenario. KPU menyiapkan pemindahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) jika nantinya, Merapi memuntahkan lahar.
Sementara itu, untuk pasien Covid-19, pihaknya tetap melakukan pelayanan dengan perlakuan khusus.
“Di TPS kami sediakan alat pelindung diri (APD) dan menerapkan social distancing. Petugas juga memakai APD jika melayani pasien isolasi Covid-19 di rumah sakit atau di rumah. Prinsipnya, kami akan bekerja sama dengan Gugus Tugas agar Pilkada aman dan warga dapat menyalurkan suaranya secara tenang,” pungkas Yulianto.
Seperti diketahui, pada Pilkada Jateng 2020 diikuti 41 pasangan calon. Adapun, pemilih yang tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 15.517.297 orang, yang tersebar di 44.077 TPS. (mar)
















