Hundarto memastikan pihak Polres Batang beruaha akuntabel dengan berkoordinasi dengan pihak pengawas eksternal dari LSM. Dengan moto “BETAH” yang benar-benar dipraktikkan dalam proses rekrutmen anggota Polri.
“Yang dimaksud dengan BETAH yaitu Bersih (tanpa adanya rekayasa), Transparan (semua hasilnya bisa dilihatlangsung), Humanis (lebih dekat dengan masyarakat),” terangnya.
Sementara, Farah Oktaviani seorang calon anggota Polri mengatakan, bahwa sejak kecil bercita-cita ingin menjadi seorang Polwan. Menurutnya, dengan menjadi Polwan akan banyak berbaur dengan masyarakat dan bisa menertibkan lingkungan berjalan sesuai peraturan.
Farah mempersiapkan segala sesuatunya dengan memperbanyak latihan fisik dan tes psikologi serta tes tertulis seperti bahasa Inggris. Dukungan dari keluarga sangat baik dan memotivasi untuk bisa lolos menjadi anggota Polri.
“Tidak ada dari anggota Polri ataupun panitia seleksi yang menawarkan bantuan dan meminta uang sedikitpun,” ungkapnya.(edi)
















