Banjarnegara – Upaya pPencarian terhadap Trianto (10), korban tenggelam di Sungai Serayu, Banjarnegara akhirnya dihentikan, Kamis (12/4/2018). Korban yang tenggelam dan diduga telah tewas itu hilang setelah tenggal di Sungai Serayu pada Kamis (5/4/2018) lalu. Upaya pencairan telah dilakukan selama 7 hari ini, namun belum diketemukan.
Komandan SAR Banjarnegara Aris Sudaryanto mengatakan, pencarian dilakukan melibatkan sejumlah pihak. yaitu SAR Banjarnegara, SAR Cilacap, SAR Wonosobo, Basarnas, BPBD serta beberapa relawan.
“Dihentikan Kamis (12/4). Korban diduga tersangkut lumpur di bawah sungai,” kata dia.
Diakuinya, aliran sungai yang pelan menjadi salah satu kendala saat pencarian korban sulit dilakukan. Padahal, upaya pencarian sudah dilakukan dengan penyisiran di sungai maupun di darat.
Bahkan upaya pencarian hingga ke Waduk Jendral Sudirman telah dilakukan.
“Sesuai SOP, pencarian dilakukan sampai 7 hari,” ujarnya.
Dikatakannya, sungai yang berarus deras justru memudahkan dalam pencarian korban tenggelam. Biasanya, jika sungai arus deras tubuh korban akan terangkat ke permukaan paling lama tiga hari.
Kepala BPBD Banjarnegara Arief Rahman menambahkan banyaknya debit air di sungai Serayu menjadi salah satu kendala. Namun, sesuai standar pencarian korban dihentikan setelah 7 hari pencarian.
“Kami memohon maaf kepada pihak keluarga karena pencarian tubuh korban tidak membuahkan hasil. Tetapi, kami tetap memantau jika nanti ada warga yang melihat kami siap untuk evakuasi korban tenggelam,” ujarnya.
Untuk diketahui, Trianto warga Pucang, Kecamatan Bawang, Banjarnegara tenggelam saat bermain di Sungai Serayu bersama 4 rekannya, Kamis (5/4) lalu. Saat itu, korban berenang terlalu ke tengah hingga membuat korban hanyut dan tenggelam. (edi)
















