Semarang – Terdakwa pembobolan Rp 4,4 miliar Bank Jateng Cabang Pekalongan, Moh Fredian Husni (27), mengakui seluruh perbuatannya, membobol bank milik Pemda Jateng. Dari seluruh uang yang dibobolnya, diakuinya, semua habis untuk judi online. Sedikit yang diakuinya tidak untuk judi, namun sekedar makan bersama sejumlah temannya.
Hal itu diungkapkan Fredian saat diperiksa sebagai terdakwa pada sidang lanjutan pemeriksaan perkaranya di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (8/1/2019). Fredian mengaku, masuk Bank Jateng Cabang Pekalongan tahun 2015 berstatus pegawai kontrak.
“Saya diperintahkan menangani enam ATM milik Bank Jateng di Pekalongan mulai Mei 2017,” kata dia di hadapan majelis hakim yang dipimpin Aloysius Priharnoto Bayu Aji.
Diungkapkannya, tiga cara dirinya membobol bank tempat bekerjanya itu. Pertama, mengambil uang di kas mobil keliling secara tunai. Kedua, melalukan pengurangan dalam pengisian mesin ATM. Ketiga, hampir mirip cara kedua, yakni memanipulasi nominal laporan.
“Seharusnya masukaan Rp 200 juta, tapi hanya masukan Rp 100 juta misalnya,” kata dia.
Cara itu, lanjutnya, dilakukan sejak Mei 2017 sampai 2018, saat kasusnya terungkap. Fredian mengaku, uang Rp 4,4 miliar yang diambilnya habis digunakan untuk judi online.
“Nilai Rp 4,4 miliar dalam setahun. Semuanya untuk judi online. Tidak untuk yang lain,” lanjut dia.
Uang yang diambil dari Bank Jateng, kata dia, disetornya ke rekening BCA pribadinya.
“Saya juga setor ke rekening Bank Jateng atasnama kakak-kakak dan pacar saya. Mereka tidak tahu namanya saya pakai. Lebih banyak transfer ke rekening sendiri. Saya setor sendiri di teller. Dari rekening BCA, saya setor ke rekening BCA judi online,” jelas dia.
Diakuinya, pemasangan judi online dilakukannya bertahap. Fredian mengaku, pernah menang Rp 450 juta saat berjudi.
“Uang untuk pengembalian ke kas mobil keliling. Sebelum lebaran haji 2017. Lalu saya main lagi karena harus kembalikan uang yang pernah saya ambil. Ternyata kalah sehingga tambah banyak,” imbuhnya, mengaku mulai berjudi sejak awal kuliah.
Fredian mengaku hampir setiap hari bermain judi online. Beberapa judi yang dilakukannya yakni bola dan basket. Dia juga berjudi sejumlah cabang olahraga lain secara online.
“Setiap hari main. Usai awal 2018. Karena ada roling pegawai saya takut kena roling dan uang yang saya ambil ketahuan. Akhirnya setiap hari main. Sehari maksimal habis Rp 100 juta,” kata Fredian mengaku akhirnya gali lobang tutup lobang ketika menang atau kalah.
(far/dit)















