Restu Indo Agung Digugat ke Pengadilan Pengusahan Perumahan

oleh -74 views
Ilustrasi
Semarang –  Seorang pengembang perumahan menggugat Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Restu Indo Agung ke pengadilan karena tiga sertifikatnya yang dikuasai KSP tak diberikan. Andri H, warga Tembalang, seorang nasabahannya itu menggugat karena diduga KSP telah mengelapkan sertifikatnya.
Gugatan Andri diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang dalam klasifikasi Perbuatan Melawa Hukum. Gugatan juga diajukan melawan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jateng.
Sidang pemeriksaan perkaranya, Selasa (15/5/2018) dilanjutkan dengan acara putusan sela atas eksepsi tergugat. Namun, majelis hakim pemeriksa diketuai Ari Widodo menyatakan belum siap dan menunda pekan depan.
“Pembacaan putusan sela ditunda sepeda depan,” kata Ari Widodo sebelum menutup sidang.
H Boedhy Koeswharto, kuasa hukum peggugat mengatakan, tiga sertifikat yang dikuasasi KSP SHM 12864 dan 12843 di Sendangmulyo Tembalang serta SHM 00382 di Gunungpati. SHM itu, atas kesepakatan diberikan ke KSP sebagai pengganti 11 SHM yang dijaminkan sebelumnya.
Andri Desember 2016 menjaminkan 11 SHM di KSP Restu Indo Agung atas pinjaman Rp 2,4 miliar. Atas hutangnya itu, Andri mengganti 11 SHM iti dengan tiga SHM senilai Rp 3 miliar.
“Desember 2017 dan Februari 2018, tiga SHM diserahkan ke KSP lewat manajer pinjaman bernama Dian. Ada bukti tanda terima penyerahan SHM. Tapi sampai kini, 11 SHM tidak dikembalikan, termasuk tiga SHM lainnya,” kata dia usai sidang.
Selain menggugat ke pengadilan, Boedhy mengaku juga telah melaporkan masalah secara pidana atas dugaan pencemaran nama baik. Pasalnya, atas masalah itu, pihak KSP mendatangi sejumlah penghuni rumah di 11 SHM yang dibangun Andri. Kepada mereka, KSP disebut menjelek-jelekan Andri dan mengatakan akan melelang 11 SHM itu.
Atas gugatannya, pihak Andri menuntut ganti kerugian sebesar Rp 3 miliar atas tiga SHMnya yang dikuasai KSP Restu Indo Agung. Andri juga menuntut ganti rugi immaterial sebesar Rp 1 miliar.
Sementara dikonfirmasi terkait gugatan itu, Slamet Rijadi SH, kuasa hukum KSP Restu Indo Agung mengakuinya. Meski begitu, pihaknya menyerahkan ke proses hukum yang berjalan.
“Kami ikuti proses hukum yang berjalan. Selebihnya saya tidak mau berkomentar,” kata dia. (edi)