Brebes – Densus 88/AT menangkap seorang warga Desa Tanjung, Brebes, Jateng. Belum diketahui dugaan keterlibatan lelaki 34 tahun yang sehari-hari berpofesi sales obat pertanian tersebut dalam kasus terorisme.
Warga yang ditangkap adalah Aris Kurniawan bin Tarjuki (34), warga Desa Tanjung RT 04 RW 05, Kecamatan Tanjung, Brebes. Kabar penangkapan itu dibenarkan oleh RH, istri Aris. Menurut RH mengaku, Aris tidak ditangkap di rumah.
Siang harinya, sekitar pukul 14.00 WIB, sejumlah petugas datang ke rumah mengatakan bahwa Aris ditangkap Minggu (9/9/2018) sekitar 05.00 WIB. Selanjutnya petugas itu melakukan penggeledahan didampingi perangkat desa.
Ada beberapa barang yang diambil usai penggeledahan. Di antara yang dibawa petugas adalah laptop, HP dan campuran zat kimia yang dibungkus dalam wadah plastik.
“Kalau suami pernah bilang sih, itu campuran untuk pupuk,” ujar RH, Senin (10/9/2018).
Keseharian dari pria kelahiran 17 Desember 1984 iru adalah menjadi sales obat pertanian. Menurut RH, Aris rutin pergi dari rumah untuk memasarkan produk obat pertanian dan selalu pulang malam hari.
“Kegiatan lain selain dagang obat (pertanian) saya tidak tahu. Suami selalu berangkat pagi dan malamnya baru pulang kerja. Kalau di rumah juga yang dibicarakan soal utang obat, kondisi tanaman, bukan yang lain,” lanjut RH.
Namun diakui oleh RH, Aris selama ini cenderung tertutup dan jarang bergaul dengan tetangga. Namun demikian, sejauh ini tidak ada masalah dengan warga sekitar. Setelah pulang dari bekerja, Aris hanya berdiam di rumah kumpul bersama keluarga.
“Kalau diundang acara tahlilan di tetangga dia tak bisa hadir. Karena pulangnya malam terus,” tambah RH.
Sementara itu Kadus V Desa Tanjung, Risdiyanto, menjelaskan Aris Kurniawan adalah asli kelahiran Desa Kluwut 21. Dia pindah domisili setelah menikah dengan RH dan tinggal di rumah mertuanya.
Saat dilakukan penggeledahan di rumah tinggal Aris, kata Risdiyanto, pihak perangkat desa dilibatkan untuk menyaksikan. Kepada perangkat desa, petugas itu mengaku berasal dari Densus 88/AT yang telah menangkap Aris sebelumnya. Namun belum disebutkan dalam kasus apa Aris terlibat.
















