Cara Tepat Atasi Disfungsi Ereksi

oleh

Jakarta –– Disfungsi ereksi kerap terjadi pada pria saat berhubungan intim tanpa disadari. Gangguan seksual disfungsi ereksi terjadi ketika pria tidak mampu mencapai dan mempertahankan ereksi yang sempurna untuk aktivitas seksual yang memuaskan.

Dokter spesialis andrologi Nugroho Setiawan menyatakan jika pria mengalami disfungsi ereksi selama lebih dari tiga bulan atau dalam 10 kali berhubungan seksual, sebaiknya segera mencari pertolongan medis dan mengubah gaya hidup.

“Kesadaran seseorang akan disfungsi ereksi adalah kunci keberhasilan pengobatan. Selama ini banyak yang tidak sadar akan disfungsi ereksi dan diam saja,” kata Nugroho saat Pfizer Press Circle di Jakarta, Rabu (29/8/2018).

INFO lain :  Gangguan Psikologis pada Lansia, Apa Saja itu ?

Menurut Nugroho, jika tak ditangani, disfungsi ereksi berdampak pada hubungan seksual yang tidak memuaskan kedua pasangan, menimbulkan rasa tidak nyaman, ejakulasi dini, hingga trauma untuk menjalani hubungan intim berikutnya.

Agar tak berakibat buruk pada hubungan, Nugroho menyarankan untuk memeriksakan segera keluhan pada tenaga medis. Dokter ahli bakal memberikan pengobatan yang spesifik karena penyebab disfungsi ereksi yang berbeda-beda pada setiap orang.

Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh multifaktor yang saling terkait mulai dari gangguan kesehatan pembuluh darah, saraf, hormonal, struktur penis, dan pengaruh obat-obatan tertentu.

INFO lain :  Ingin Jadi Astronot, Bocah 10 Tahun Punya Teleskop Seharga Rp42,7 Juta

“Setiap orang obatnya berbeda karena penyebabnya beda-beda, sangat custom sekali. Tidak bisa beli obat sendiri, apalagi obat dengan label herbal yang sering dijual di jalanan, itu tidak terbukti dan tidak masuk dalam panduan terapi disfungsi ereksi secara internasional,” tutur Nugroho.

Menurut Nugroho, dokter memiliki standar internasional dalam mengobati pasien disfungsi ereksi. Dia menjelaskan pada lini pertama dokter bakal memberikan obat kategori PDE-5 Inhibitors. Obat ini bekerja saat sedang berhubungan seksual.

Obat ini mesti diberikan pada pasien yang tidak memiliki kontraindikasi. Pasalanya, kategori obat ini menyebabkan pembuluh darah melebar dengan konsekuensi tekanan darah bakal turun. Alhasil obat ini tak bisa diberikan pada orang bertekanan darah rendah dan sedang mengonsumsi obat yang memperlebar pembuluh darah.

INFO lain :  Gisel : Bukan Kali Pertama

Selain obat, Nugroho menyebut terapi dapat dilakukan dengan pemasangan vakum atau penjepit vena yang dipasang di penis.

Sambil mengobati, dokter juga bakal mencari tahu penyebab disfungsi ereksi pada pria sehingga pengobatan lebih akurat.

Pada lini kedua biasanya bakal dilakukan injeksi intracavernous atau suntikan ke pangkal penis. Tahap berikutnya dapat dilakukan dengan implan di bagian penis dan operatif pembuluh darah.