Ribuan Warga Purworejo Sambut Kemarau dengan Panen Ikan Raya

oleh
Bersih sungai tersebut dilakukan oleh ribuan warga di sepanjang Sungai Silekor, Desa Semawung Daleman, Kecamatan Kutoarjo pada Rabu (1/8/2018) pagi. Selain membersihkan sampah di sungai, warga juga melakukan panen ikan dengan menangkapnya beramai-ramai.

Tradisi tahunan ini dilakukan untuk membersihkan sungai, sehingga saat musim penghujan tiba sungai telah bersih dan tidak terjadi banjir.

“Ya ini tradisi tiap tahun ketika musim kemarau datang, sekaligus panen raya ikan yang ada di sungai dan mempererat silaturahmi,” kata Titik Sugiarti (24), warga setempat yang ikut terjun ke sungai bersama keluarganya, Rabu (1/8/2018).

INFO lain :  Harus Patuh Demi Hindari Klaster Pilkada

Warga laki-laki, tua dan muda serta kaum perempuan sejak pagi beramai-ramai turun ke sungai. Mereka yang datang tidak hanya warga yang tinggal di Purworejo saja, namun warga dari luar Kabupaten Purworejo pun ikut meramaikan tradisi dengan terjun ke sungai itu.

INFO lain :  SIM Khusus Bagi Pelajar Diusulkan Gubernur Jawa Tengah

Setelah tutup pintu air dibuka dan air sungai menjadi dangkal, sambil membersihkan sampah, warga menangkap ikan dengan berbagai alat seadanya seperti jaring atau jala bahkan dengan tangan kosong.

Sementara itu warga lain, Ngadirun (50) menuturkan bahwa terdapat berbagai jenis ikan yang ada di sungai Silekor. Rata-rata warga yang ikut terjun ke sungai bisa membawa pulang sekitar 5 kilogram ikan.

Meriahnya Tradisi Ribuan Warga Purworejo Sambut Kemarau
Foto: Rinto Heksantoro/detikcom

“Ada banyak ikan seperti melem, lele, nila, kutuk dan lain-lain, ini saya dapat banyak alhamdulillah. Rata-rata warga yang ikut menangkap ikan bisa membawa pulang sekitar 5 kg-an,” tuturnya.

INFO lain :  Terancam Tanpa Trio Brazil, Apa Target PSIS?

Ikan-ikan yang hidup secara alami di sungai itu, sengaja tidak ditangkap selama satu tahun. Baru setelah tradisi bersih sungai digelar, warga diperbolehkan untuk menangkapnya.

“Memang tidak ditangkap selama setahun biar berkembang biak alami, dan tradisi ini sudah lama ada. Semoga nanti kalau musim hujan datang tidak terjadi banjir karena sungainya sudah bersih,” pungkasnya.

(sip/sip/edit)