Boyolali – Polres Boyolali berhasil mengungkap kasus pembuangan bayi di Gagak Sipat Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Seorang mahasiswi, Erna Fatmawati, 19 tahun ditangkap petugas dan harus berurusan dengan polisi karena perbuatannya membuang bayi yang baru dilahirkannya.
“Yang bersangkutan mengakui perbuatannya,” ujar Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi, Senin (30/7/2018).
Penangkapan bermula atas ditemukannya mayat bayi di pinggir jalan area persawahan Dukuh Gagaksipat, Kamis (26/7). Bayi perempuan itu ditemukan di dalam kardus dan dibungkus plastik kresek dengan kondisi tali pusar sudah terpotong. Berat bayi sekitar 3 kg dengan panjang 50 cm.
Berselang tiga hari, petugas mendapat informasi adanya seorang perempuan yang belum bersuami telah memeriksakan kehamilan di Puskesmas Nogosari. Petugas pun mencari perempuan tersebut dan diinterogasi.
Awalnya Erna tak mengakui. Namun setelah diperiksakan ke dokter spesialis kandungan, diperoleh keterangan jika yang bersangkutan baru saja melahirkan bayi. Akhirnya, Erna mengakui jika telah melahirkan bayi tersebut dan menaruhnya di jalan wilayah Desa Gagapsipat.
Perempuan warga Kenteng, Nogosari, Boyolali itu pun ditangkap dan dibawa ke Mapolres Boyolali untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga telah menyita sejumlah barang bukti. Pelaku melahirkan di rumahnya tanpa dibantu orang lain.
Bayi tersebut merupakan hasil hubungan dengan pacarnya yang dijalin sejak kelas 2 SMK. Dia tidak memberitahukan kehamilannya kepada orang tuanya karena takut. Bayi dilahirkannya Selasa (24/7) malam, sekitar pukul 21.50 WIB. Kemudian pada Rabu (25/7) malam, dia menaruh buah hatinya itu di pinggir jalan Dukuh Gagapsipat.
Tersangka Erna dijerat Pasal 80 ayar 3 dan 4 Juncto Pasal 77B UU Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau Pasal 341 KUHP dan 342 KUHP.
Sementara tersangka Erna, mengaku melahirkan bayi tersebut sendirian di dalam kamarnya. Pacarnya, warga Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali juga mengetahui jika dirinya baru melahirkan.
Bayi itu dibuangnya di pinggir jalan tersebut sepulang dari kuliah di Solo. Mahasiswi sebuah perguruan tinggi swasta di Solo ini mengaku, sempat membawa bayinya kuliah.
“Saya masukkan di tas. Di kampus tas saya pangku terus, sesekali saya buka saya lihat, tak tutup lagi kalau ada teman. Kasihan, pingin nangis,” kata Erna sembari menitikkan air mata.
Dia pun mengaku sangat sayang dengan bayinya tersebut. Bahkan dia sempat tidur bersama bayinya sebelum dibuang pada Rabu (25/7) malam, sepulang kuliah.
















