“Saya bersihkan, saya bedaki dan saya jilbabi. Terus saya taruh di kursi, saya tinggal ke kamar mandi untuk membersihkan badan. Kemudian kembali lagi ke kamar, saya keloni (bayinya), tapi nggak menangis,” katanya lagi.
Tersangka berfikir jika bayinya sudah meninggal dunia. Rabu pagi bayi itu masih sempat digendong dan ditimang-timang untuk keliling kamar.
“Saya buka jilbabnya, saya gendong , saya tepuk-tepuk pantatnya, nggak gerak-gerak juga. Terus saya bungkus jilbab lagi, saya keloni lagi sampai sore,” lanjut Erna sambil menitikan air mata.
Dia pun tidak berani menceritakan kelahiran bayinya ke orang tua karena takut. Namun, anak kedua dari empat bersaudara itu mengaku sangat sayang kepada bayinya tersebut. Bahkan, dia juga memotret dan merekam bayinya itu lalu disimpan di dalam laptopnya. Bahkan, dia juga memotong rambut bayinya lalu disimpan.edit
















