Asal Serobot Rel, Wanita Tegal Tewas Diseruduk Kaligung

oleh

Tegal – Seorang wanita tewas dengan kondisi tubuh hancur setelah ditabrak Kereta Api (KA) Kaligung di perlintasan kereta api di Kelurahan Krandon Kota Tegal. Korban tertabrak diduga kurang hati-hati saat menyeberang.

Peristiwa itu terjadi, Minggu (8/7/2018) lalu sekitar pukul 12.35 WIB. Korban diketahui bernama Umiyati (57), warga Desa Sidapurna Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal.

Korban tewas seketika, setelah diseruduk KA Kaligung jurusan Brebes-Semarang. Saat it, korban hendak menyeberang dan diduga tak memperhatikan situasi sekitar dan adanya kereta yang akan melintas.

INFO lain :  Usai Jalan-Jalan, Tidur di Hotel, Lalu Lakukan Persetubuhan

Informasi menyebutkan, kejadian bermula saat korban melintas dari arah utara menuju selatan. Diduga tak menyadari datangnya kereta korban langsung menyeberangi perlintasan.

“Korban berjalan dari utara. Selanjutnya korban langsung tertabrak,” kata Muslimah (48), warga sekitar, saksi kejadian mengungkapkan.

Korban diketahui terpental jatuh dan terseret hingga beberapa meter hingga akhirnya tewas dengan luka hancur di tubuhnya. Melihat kejadian itu, warga langsung mendatangi lokasi kejadian dan melaporkannya kepada petugas berwajib.

INFO lain :  Petani di Brebes Dilatih Tanam Jagung Modern

Petugas kepolisian dibantu warga yang datang lalu mengevakuasi jasad korban untuk dibawa ke RSUD Kardinah untuk menjalani pemeriksaan. Selain mengumpulkan sejumlah keterangan, petugas masih menyelidiki kasus itu.

Diketahui sedikitnya 40 perlintasan KA sebidang di Kabupaten Tegal tak memiliki palang pintu dan penjaga. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat melintasi perlintasan tersebut.

Kepala Bidang Perkerataapian dan Pelayaran, Dinas Perhubungan (dishub) Kabupaten Tegal, Tuti Heripurwati mengatakan, jumlah perlintasan KA tak berpalang itu tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tegal. Dari puluhan itu, rata-rata merupakan jalur kereta penumpang.

INFO lain :  Todong dan Bekap Penjaga, 9 Napi Blora Berusaha Kabur

“Merata di seluruh Kabupaten Tegal. Namun memang kebanyakan dilintasi kereta penumpang. Meski barang juga ikut melintasinya,” katanya.

Dia mengakui, pada 2018 hanya 2 perlintasan sebidang KA yang akan diberi penjaga dan palang. Yakni di Ujungrusi (Kecamatan Adiwerna) dan di Dampyak (Kecamatan Kramat).(edit)