Pati – INFOPlus. Bos rental mobil asal Jakarta, Burhanis tewas dimassa saat mengambil unitnya di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Pati, Kamis (6/6). Tiga rekannya mengalami luka akibat pengeroyokan tersebut. Begini cerita kejadian versi warga setempat.
Menuju lokasi kejadian pengeroyokan berujung tewasnya bos rental mobil asal Jakarta di Desa Sumbersoko, Sukolilo, Pati, bukan hal yang mudah. Berada di kawasan pegunungan Kapur Utara, kami harus melewati jalanan sempit dan area hutan jati untuk bisa menuju Sumbersoko.
Setelah melewati hutan, kami bertemu warga setempat yang belakangan diketahui merupakan modin desa. Modin bernama Abdul Kholid kemudian mengantar kami ke Desa Sumbersoko, tepatnya ke rumah Aris Gunawan, warga yang menguasai mobil Honda Mobilio milik korban Burhanis.
Di depan kediaman Aris Gunawan ini lah, Abdul Kholid kemudian sedikit bercerita tentang kehidupan sosial masyarakat Desa Sumbersoko, khususnya menyikapi kehadiran orang asing atau warga luar desa.
“Sumbersoko itu welcome orangnya, ramah, blantar kalau orang Jawa nyedulurke,” sebut pria yang juga salah satu tokoh masyarakat Sumbersoko ini, Senin (10/6)
Terkait dengan aksi massa yang menimpa bos rental mobil Burhanis dan tiga rekannya, Kholid menyatakan pengeroyokan tersebut merupakan aksi spontan. Kebetulan psikologis warga desa sedang sensitif dengan isu pencurian. Sumbersoko beberapa waktu terakhir tengah diteror kejadian pencurian.
“Cuma kemarin kan karena spontan kan ya, maling kan gitu. Spontan mungkin kan gitu, pada wis marah, banyak yang kehilangan uang, emas, ya mungkin dilampiaskan ke situ,” beber dia.
Informasi yang dikumpulkan dari warga Sumbersoko, Burhanis yang datang bersama tiga rekannya disebut langsung mengambil Mobilio di rumah Aris tanpa pemberitahuan, baik terhadap Aris Gunawan selaku pemilik rumah, tetangga ataupun pengurus RT.
Aksi burhanis inilah yang kemudian memicu warga berteriak maling, berlanjut pengejaran terhadap Burhanis dan rekan-rekannya. Saat diburu massa, Burhanis diketahui sudah mengemudikan Mobilio, sedangkan tiga rekannya berada di mobil Sigra yang dibawa dari jakarta.
Namun saat di persimpangan gang desa, kedua mobil itu melaju terpisah. Mobil Sigra mengarah ke jalan buntu hutan, sedangkan Mobilio yang dibawa Burhanis menuju jalan utama desa. Kedua mobil akhirnya berhasil diberhentikan warga dan seluruh penumpangnya dihajar beramai-ramai karena dianggap pencuri.
“Dari infonya ya mobil korban parkir di depan situ (depan rumah Aris Gunawan), terus ada yang turun di situ ambil mobil. Cerita selanjutnya mau nabrak orang di sana, terus diteriakin maling. Nah, mobil yang dibawa itu ke kanan, yang satu mau ke kanan gak bisa terus ke kiri, di mana itu jalan buntu, di sebelah timur desa,” ungkap Undi, warga Sumbersoko lain.














