Pemkot Semarang Gelar Lomba TPS, Dongkrak Partisipasi Pemilih di Pemilu 2024

oleh
Salah satu TPS unik, berkonsep resepsi pernikahan, disiapkan KPPS TPS 33 Sendangmulyo, Tembalang, Kota Semarang. Lewat lomba TPS unik diharapkan partisipasi pemilih di Pemilu 2024 meningkat. (Foto: PTPS 33 Sendangmulyo)

Semarang – INFOPlus. Pemkot Semarang menggelar lomba bagi tempat pemungutan suara (TPS) saat hari H Pemilu 2024 14 Februari mendatang. Hal ini menjadi salah satu upaya meningkatkan partisipasi pemilih di Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menyatakan, masing-masing TPS akan menjadi tempat penilaian lomba. Tujuan utamanya, yaitu menaikkan jumlah partisipasi pemilih.

“Ada lombanya. Bisa TPS terbaik atau TPS terunik, agar partisipasinya (pemilih) banyak, dapat apresiasi,” kata Mbak Ita, sapaan akrabnya, Minggu (11/2).

INFO lain :  Sidang Sindikat Pencurian di Toko Emas Cecak Semarang Segera Dimulai

Mbak Ita mengatakan, adanya lomba ini sejalan dengan arahan Pemprov Jawa Tengah tentang masyarakat harus menggunakan hak suara pilihannya.

Dalam arahan tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur Jateng, Nana Sudjana berharap partisipasi pemilih mencapai angka 80 persen.

“Kalau pemilihan presiden di Kota Semarang pada 2019 bisa sampai 70 persen lebih, hampir mendekati angka 80 persen,” ujarnya.

Dengan riwayat Pemilu sebelumnya, Mbak Ita menyebut harapan pemerintah akan tercapai. Terutama tingkat partisipasi masyarakat berbondong-bondong ke bilik suara.

INFO lain :  Ketahanan Pangan dengan Festival Pendamping Beras Kota Semarang, Ini Kata Ahli Gizi Undip

“Sehingga kita harapkan sama, partisipasi pemilih bisa banyak dan tinggi,” katanya.

Dia mencontohkan ketika Pemilu 2019 silam, saat itu terdapat satu di antara TPS yang mengangkat tema horor. Untuk menarik minat warga mencoblos, seluruh petugas pemungutan suara mengenakan pakaian yang identik dengan hantu.

“Waktu Pilpres 2019, di TPS Bergota panitianya pakai kostum hantu-hantu. Monggo di setiap TPS bisa lakukan,” ujar dia.

INFO lain :  Seorang Warga Terjebak Saat Gali Sumur Di Bogor

Wali Kota Semarang perempuan pertama tersebut membebaskan kreativitas masing-masing TPS dalam menarik pemilih agar tetap menggunakan hak pilihnya.

“Karena untuk menentukan pemimpin kita maka bagaimana caranya, partisipasi masyarakat harus lebih dari tahun lalu,” imbuh Mbak Ita.

Dalam lomba tersebut, Pemkot menggandeng Forum Wartawan Kota (Forwakot) Semarang dalam penilaian dan publikasi TPS unik atau terbaik tersebut. (Ags/Mw)