Mbak Ita Minta Dinkes Kota Semarang Monitor Ketat Penyakit Pneumonia

oleh
Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu minta jajaran kesehatan mengawasi secara ketat potensi kemunculan penyakit pneumonia. (Foto: Ist)

Semarang – INFOPlus. Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) monitor potensi kemunculan penyakit pneumonia. Penyakit yang menyerang sistem pernapasan ini sudah merebak di Tiongkok dan banyak menimpa anak-anak.

Mbak Ita, sapaan akrab Wali Kota Semarang, menyebut meski belum ada laporan dari Kementerian Kesehatan soal kasus pneumonia dari namun pihaknya tetap mendorong Dinkes bisa melakukan tahapan-tahapan pencegahan agar masyarakat terhindar dari pneumonia.

“Kami sedang minta kepada Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk mencari informasi terkait pnemonia. Kalau gak salah menyerang paru-paru, sehingga saya minta untuk dicari informasi kemudian bagaimana langkah-langkah dari Kota Semarang. Tapi sampai sekarang juga Pak Hakam (Kepala Dinkes Kota Semarang-red) belum melaporkan atau belum ada hal-hal yang terkait dengan pneumonia di Kota Semarang,” beber dia, Rabu (6/12).

INFO lain :  Helikopter Water Bombing Didatangkan, Padamkan 30 Titik Api TPA Jatibarang Semarang

Ditambahkan, selain pneumonia, awal musim hujan ini masyarakat juga diminta untuk waspada kemunculan penyakit demam berdarah, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan leptospirosis. Masyarakat juga diharapkan bisa menjaga kebersihan lingkungan dan diri sendiri.

“Kalau sekarang ini malah concernnya ke masalah demam berdarah, diare ISPA, leptospirosis. Jadi ini yang waspada karena ini musim hujan ya sepertinya iklim ini fluktuatif. Jadi kita harus siaga,” tuturnya.

INFO lain :  Polisi masih selidiki lima kasus penganiaya di dekat tol Ungaran

Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam menambahkan belum ditemukan kasus pneumonia. Ia menyebut jika virus itu banyak terjadi di negara yang memiliki kelembapan tinggi.

Saat musim hujan dan musim dingin banyak virus dan bakteri yang tumbuh. Karena itu, dirinya berharap agar masyarakat bisa menjaga kesehatan. Khusus anak-anak, jika demam tinggi dan batuk segera melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan.

INFO lain :  Pemkot Semarang dan Bank Indonesia Resmikan Kios Pandawa Kita, Upaya Tekan Inflasi

“Makan bergizi dan konsultasi sama dokter. Kita juga meningkatkan kewaspadaan terutama perjalanan luar negeri, kemudian kedua jika ada gejala demam tinggi batuk seperti tanda Covid segera datang ke fasilitas kesehatan bisa ke puskesmas untuk dilakukan swab,” ucap dia.

Ditambahkan, pneumonia dan Covid adalah penyakit yang menyerang paru-paru. Untuk Covid yang menyerang adalah virus sedangkan pneumonia yakni jamur atau bakteri.

“Bisa sangat menyerang anak. Jadi jika mulai flu dan pilek langsung konsultasi saja ke rumah sakit atau puskesmas,” imbuhnya. (Ags/Mw)