Gempa Tektonik Guncang Jepara dan Kendal, Tidak Berpotensi Tsunami

oleh
Gempa bumi tektonik guncang Jepara dan Kendal. Tidak berpotensi tsunami. (Foto: BMKG)

Semarang – INFOPlus. Gempa tektonik mengguncang wilayah Laut Jawa, utara Jawa, terasa di Jepara dan Kendal, Rabu (13/9). Gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa bumi terjadi pada pukul 12.34.31 WIB. Hasil analisa menunjukkan paramater gempa sebesar 5,1 magnitudo. Episenter terletak pada koordinat 6,02° LS ; 110,09° BT atau berlokasi di laut pada jarak 90 Km arah barat laut Jepara, pada kedalaman 666 km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menuturkan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dalam. Terjadi akibat adanya aktivitas slab pull, yakni tarikan extensional Lempeng Indo-Australia ke bawah, pengaruh gaya gravitasi.

INFO lain :  Seribu WNI Gabung ISIS, Pengaruh Medsos?

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” tutur dia dalam keterangan tertulis.

INFO lain :  "Post traumatic Growth pada Pasien Kanker Serviks Paska Histerektomi"

Berdasarkan estimasi peta guncangan, gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Jepara dan Kendal dengan skala intensitas II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa
bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidakTtidak berpotensi tsunami,” ucapnya.

Hingga pukul 12.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan.

INFO lain :  Bule Berhubungan Seksual di Pantai

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum Anda kembali ke dalam rumah,” imbuh dia. (Ags/Mw)