Semarang – INFOPlus. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi pengarahan kepada kepala sekolah jenjang SMA/sederajat se-Jateng, Selasa (18/7). Ia kembali mewanti agar kepala sekolah tidak lagi melakukan pungutan liar (pungli).
Dihadapan ratusan kepala SMA, SMK dan SLB Negeri di Jawa Tengah, Ganjar minta integritas wajib selalu dijaga. Gubernur Jateng dua periode ini tak ingin ada lagi temuan pungutan liar dalam bentuk apapun.
Pernyataan tersebut disampaikan, usai Ganjar menyerahkan keputusan pengangkatan kepala sekolah dan pengarahan kepada kepala SMAN, SMKN dan SLBN, di Balai Pengembangan Pendidikan Khusus, Sendangmulyo, Tembalang, Semarang.
Ganjar menuturkan, kepala sekolah dan guru punya pekerjaan rumah yang berat. Khususnya dalam mendidik dan meningkatkan sumber daya manusia dalam menghadapi bonus demografi.
“Saya titipkan pada Bapak Ibu guru, yuk kita genjot anak-anak agar sekolahnya senang, prestasinya bagus, mereka bisa adaptif dengan perkembangan jaman dan tidak ada pungli,” tegas Ganjar.
Acara itu dihadiri hampir 90 persen atau sekitar 700 kepala sekolah se-Jawa Tengah. Sebanyak 189 di antaranya menerima SK pengangkatan sebagai kepala sekolah. Dan, 62 orang di antaranya merupakan kepala sekolah baru. Mereka berhasil lolos seleksi dari total 440 calon guru penggerak.
Gubernur berambut putih itu menyinggung masalah pungli yang baru-baru ini ditemukan di Rembang. Ia menegaskan ingin mewujudkan akses pendidikan merata di Jateng dan berupaya mewujudkan sekolah gratis. Sehingga ia meminta untuk tidak ada lagi pungutan dalam bentuk apapun di sekolah, terutama SMA Negeri sederajat yang kewenangannya di bawah pemerintah provinsi.
“Kenapa saya sampaikan, agar kemudian siswa-siswa itu pada saat belajar tidak lagi terbebani apalagi yang tidak mampu. Nah ini saya ingatkan betul kepada mereka,” tukas dia. (Ags/Ts)















