Pekalongan – Dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan setiap personelnya, Satuan Sabhara Polres Pekalongan melaksanakan kegiatan rutin, pengecekan pengoperasian senjata setiap (senpi) personel guna menunjang tugas rutin kepolisian. Latihan antara lain meliputi bongkar pasang senjata laras panjang jenis Pindad SS1 Sabhara-V2, tata cara pengamanan senjata saat melakukan pengamanan dan saat terjadi kejadian darurat dan penggunaan senjata laras pendek (revolver).
Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan melalui Kasat Sabhara AKP Prisandi Tiar mengatakan, pengecekan Senpi dan bongkar pasang senjata sangat penting untuk meningkatkan kemampuan setiap personelnya.
“Kami berharap semua personil Sabhara tidak hanya mahir menembak, tetapi juga terampil saat melakukan bongkar pasang senjata. Terlebih saat menggunakan senjata V2 Sabhara,” ujarnya saat melakukan cek senjata di depan ruang penjagaan Mapolres Pekalongan, belum lama ini.
AKP Prisandi Tiar menambahkan, ketrampilan bongkar pasang senjata tersebut sebenarnya telah didapatkan anggota selama menjalani pendidikan. Namun hal itu perlu diasah lagi agar lebih mahir.
Selain meningkatkan kemampuan personel, latihan bongkar pasang senjata juga sekaligus membersihkan senjata dan mempersiapkannya sehingga bisa digunakan sewaktu-waktu.
“Tak hanya dibongkar pasang, senjatanya juga dibersihkan dari berbagai macam kotoran, baik di laras maupun mekanisme rumah peluru dan trigger, sehingga tidak ada kendala nantinya pada saat akan digunakan” jelas AKP Prisandi Tiar.
Dikatakannya, pada dasarnya kegiatan rutin itu untuk memantapkan kemampuan personel, agar jangan sampai senjata dijadikan gagah-gagahan saja. Tidak menutup kemungkinan pada saat penugasan personel yang bersangkutan akan menemui kendala dalam penggunaan senjata.
“Untuk itu diperlukan personel yang cekatan dan terampil dalam menangani kendala senjata tersebut,” kata dia.
Isteri Pertama
Senpi bagi anggota Polri adalah istri pertama dan harus melekat serta tidak boleh lepas. Pasalnya Senpi sangat penting bagi aparat keamanan. Namun tidak semua anggota boleh menggunakannya karena ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.
“Fungsi senjata adalah untuk melindungi diri sendiri dari ancaman yang bisa muncul sewaktu-waktu, akan tetapi yang perlu diingat adalah bahwa senjata juga bisa membuat celaka bagi yang memegangnya. Untuk itu kita harus selalu mematuhi prosedur yang telah ditetapkan,” kata AKP Prisandi Tiar.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pengenalan senjata ini dimaksudkan sebagai aparat keamanan harus tahu senjata mulai dari cara penggunaan, cara perawatan dan yang paling penting bahaya yang bisa terjadi jika terjadi kesalahan dalam penggunaannya. Itu semua harus diketahui sebaik mungkin agar dalam melaksanakan tugas bisa berjalan dengan baik.
















