Humas KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) Adli Hakim mengatakan dari 42 korban luka-luka dalam tabrakan KRL di Stasiun Juanda kemarin, masih ada 10 orang yang masih dalam perawatan di rumah sakit.
“Korban per pagi ini ada masih ada 10 orang yang di rawat di rumah sakit. Tujuh orang di Rumah Sakit Husada dan tiga orang di RSPAD Gatot Subroto,” ujar Adli kepada okezone di Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2015).
Adli menuturkan, dari 10 korban yang masih dalam perawatan hanya satu orang yang diinapkan di ICU untuk mendapat penanganan khusus.
“Hanya satu yang di ICU sisanya sih sudah di ruang perawatan biasa,” kata dia.
Lebih lanjut Adli menuturkan saat ini pihaknya belum menghitung kerugian materil dari kecelakaan tersebut. Kerugian yang terlihat jelas adalah rusaknya dua rangkaian kereta yang terdiri dari 20 gerbong kereta.
Adli mengatakan butuh waktu lama bagi pihak KCJ untuk melakukan perbaikan. Rencananya, jika memungkinkan dua rangkaian kereta tersebut akan diperbaiki untuk kemudian dipakai kembali.
“Kerugian materil belum belum dihitung. Tapi yang jelas rusak dua rangkaian kereta, total 20 gerbong. Itu kan ditabrak dari belakang jadi otomatis gerbong di belakangnya ngerem mendadak kan ngedorong semua. Kerugian nya dua rangkaiannya itu. Lama itu di perbaikinya. Kalau bisa (dipakai kembali), itu juga lama banget (perbaikannya),” tutur Adli.
Sumber : okezone.com
















