Wonosobo – Permohonan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Wonosobo, Jawa Tengah, meningkat 100 persen, seiring dengan adanya kelonggaran dari sejumlah negara tujuan setelah kasus COVID-19 melandai.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Wonosobo Ari Widodo di Wonosobo, Rabu, mengatakan kalau sebelumnya permintaan hanya 50-70 paspor per hari, sekarang bisa mencapai 150 hingga 200 paspor per hari.
Ia menyampaikan hal tersebut usai membuka Sosialisasi Keimigrasian Manajemen Pemberitaan, Advertorial, Pemantauan, dan Penanganan Media.
Lebih lanjut, Ari mengatakan saat ini negara-negara di dunia setelah bangkit dari masa resesi dan beban ekonomi yang sedemikian besar akhirnya banyak dibuka pintu-pintu perbatasan melalui pelabuhan-pelabuhan, termasuk didukung penerbangan.
“Saat ini dibuka jalur penerbangan seluas-luasnya, termasuk Pemerintah Arab Saudi yang membuka pintu untuk umrah dan yang terakhir ibadah haji,” katanya.
Menurut dia, hal tersebut akhirnya berimbas kepada masyarakat karena banyak yang mengajukan permohonan paspor dan tentunya harus diakomodir.
“Kewajiban Kantor Imigrasi berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.
Ari mengatakan sebagian besar pemohon paspor adalah untuk umrah, tujuan wisata, dan pengiriman calon tenaga kerja Indonesia ke beberapa negara.
“Pengiriman TKI (Tenaga Kerja Indonesia) juga sudah ada ke beberapa negara di Asia, antara lain Taiwan, Hong Kong, dan Singapura,” katanya.
Sumber Antara















