Kawasan Lereng Gunung Sumbing Temanggung Ditanami 50 Ribu Bibit

oleh

Temanggung – Kawasan lereng Gunung Sumbing di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ditanami sebanyak 50.680 bibit dalam upaya gerakan konservasi tanah dan air berkelanjutan.

Ketua Panitia Pencanangan Gerakan Konservasi Tanah dan Air Berkelanjutan di Gunung Sumbing Joko Prasetyono di Temanggung, Selasa (28/12/2021), mengatakan penanaman pohon di lereng Gunung Sumbing dilaksanakan pada 44 titik ruas sungai yang telah dipetakan.

“Penanaman pohon dilaksanakan di 62 desa dan di enam kecamatan,” katanya pada Pencanangan Gerakan Konservasi Tanah dan Air Berkelanjutan di Desa Wonotirto, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung.

INFO lain :  Agus-Yuli Menang Lagi

Ia menyebutkan bibit yang ditanam, yakni pohon beringin, bambu, aren dan buah-buahan. Pohon itu ditanam di hulu dan turus sungai, tanah desa, tepi jalan, dan tanah warga.

“Di tanah warga dan lahan kritis atau tidak produktif ditanami pohon yang produktif sehingga bernilai ekonomi tinggi,” katanya.

Ia menuturkan penanaman dilaksanakan oleh 23 organisasi relawan dengan personel sebanyak 492 orang.

Untuk wilayah lereng Sumbing, pelaksanaan penanaman dimulai pada minggu keempat Desember 2021 dan ditargetkan selesai pada akhir Januari 2022.

INFO lain :  Diajak Karaoke Teman Medsos Lalu Dicekoki Miras dan Dicabuli

Bupati Temanggung M. Al Khadziq mengatakan gerakan ini dilaksanakan dengan kesadaran bahwa degradasi lingkungan hidup di Kabupaten Temanggung berlangsung begitu cepat, erosi dan penurunan kualitas lingkungan hidup terus berlangsung sehingga ancaman bencana mengintai.

“Ancaman bencana tersebut meliputi banjir, tanah longsor, dan bencana kekeringan karena banyak sumur warga yang mati lantaran daerah resapan air sudah semakin berkurang pohon-pohonnya sehingga untuk menjaga keberlanjutan daya dukung alam untuk kehidupan seluruh masyarakat Kabupaten Temanggung perlu memperbanyak tanaman di Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prahu,” katanya.

INFO lain :  Cinta Suami Tak Sayang Anak Tiri

Ia menyampaikan gerakan konservasi ini dimulai dengan menanam pohon-pohon konservasi di lereng-lereng gunung, turus sungai, di jurang, di tanah-tanah tandus, di hulu sungai, di tanah desa, di jalan antardesa, dan di tanah warga.

“Kabupaten Temanggung memanggil seluruh relawan untuk bekerja menanam pohon,” katanya.

Sumber Antara