Masyarakat Pekalongan Dilatih Budidaya Hidroponik untuk Jaga Ketahanan Pangan

oleh

Pekalongan – Masyarakat Kelurahan Bandengan, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mendapat pelatihan budi daya hidroponik atau teknik bercocok tanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan media tanah sebagai upaya menjaga ketahanan pangan di tengah pandemi COVID-19.

Lurah Bandengan Mohamad Abidin di Pekalongan, Jumat (29/1/2021), mengatakan pelatihan hidroponik tersebut difasilitasi oleh Yayasan Bina Karta Lestari (Bintari) dan Universitas Pekalongan kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Brayo Nusantara Kelurahan Bandengan.

“Budi daya hidroponik ini bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan di tengah pandemi COVID-19 dengan memanfaatkan lahan pekarangan yang tidak dimanfaatkan,” katanya.

INFO lain :  Pemkab Pekalongan Tutup Sementara Objek Wisata Alam Petungkirono

Menurut dia, pada budi daya hidroponik ini, warga bisa menyiasati pemenuhan kebutuhan sayuran seperti sawi, selada, bayam, kangkung, cabai, dan tomat yang dapat langsung dipetik di pekarangannya.

“Nantinya, warga bisa memetik tanaman sayuran itu sebagai penopang pemberdayaan ekonomi keluarga,” katanya.

Ia mengatakan tanaman dari metode hidroponik ini juga lebih cepat dipanen yaitu sekitar 25 hari dan lebih menyehatkan karena tanpa menggunakan pestisida.

INFO lain :  Minta Rokok Ditolak, Golok Bertindak

“Kami berharap warga yang mengikuti pelatihan ini penuh semangat karena yayasan Bintari dan Unikal siap mendampingi dari mulai penyiapan alat dan bahan, penyemaian, pembibitan, masa panen, hingga pascapanen,” katanya.

Fasilitator Yayasan Bintari Fitri mengatakan pihaknya sejak 1986 berupaya menjadi mitra unggul dalam transformasi masyarakat yang berketahanan dan berkelanjutan melalui kerja sama dengan berbagai pelaku pembangunan baik pemerintah, masyarakat, maupun swasta, serta lembaga internasional.

INFO lain :  Beraksi 25 Kali, Malmot di Tegal Dirungkus

Pada pelaksanaan pelatihan hidroponik ini, kata dia, pihaknya siap memfasilitasi pendampingan pada warga untuk mempraktikkan sistem budi.daya tanam tersebut seperti penyediaan alat dan bahannya, mengajarkan pada warga hingga pascapanen.

“Dengan adanya pandemi COVID-19 memang perlu gerakan ketahanan pangan keluarga, khususnya jenis sayuran dengan membangun kebun sayur di lahan pekarangannya,” katanya.

Sumber Antara