DEMAK – Berita duka datang dari Pemerintah Kabupaten Demak. Istri Bupati Demak, Suntari meninggal dunia pada Senin (30/11) pukul 00.45 WIB, setelah menjalani perawatan di RS Telogorejo Semarang.
Jenazah dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Sentono Ratu Kauman Bintoro Demak, Senin (30/11) pukul 06.00 WIB, berdekatan dengan makam putra pertamanya, yang telah meninggal Juni lalu.
“Awal (almarhumah istri Bupati Demak) memang sudah diswab di sini dua kali. Satu di Wongsonegoro, satu di RSUD Sultan Fatah, negatif. Tetapi ternyata perkembangan berikutnya, setelah dirujuk di Rumah Sakit Telegorejo ternyata dicek ulang swab, positif (Corona),” kata Sekda Kabupaten Demak, dr Singgih Setyono.
Singgih menyebut almarhumah Suntari dirawat di rumah sakit karena memiliki penyakit penyerta. Di antaranya gula dan gangguan tekanan darah.
Kerabat almarhumah Subianto mengatakan, almarhumah sebelumnya menderita diabetes melitus dan darah tinggi, disertai sesak napas.
“Sebelumnya beliau dirawat di RSU Demak beberapa hari. Kemudian dirujuk ke RS Tlogorejo Semarang, kurang lebih 10 hari di sana,” jelas Subianto yang ditemui, saat mengantarkan jenazah di pemakaman.
Pegawai rumah tangga bupati Isworo menyampaikan, di pendapa dilaksanakan pembacaan tahlil, yang diikuti para ASN.
“Untuk tahlil dilaksanakan pagi ini yang diikuti beberapa ASN, dengan jumlah terbatas serta menerapkan protokol kesehatan. Seperti, pengukuran suhu badan, handsanitizer, jaga jarak dan bermasker,” jelasnya.(dik)














