SEMARANG – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Prasetyo Aribowo menjelaskan aksi konvergensi penurunan stunting secara terintegrasi, pada tahun ini didorong supaya lebih cepat. Pihaknya pun melibatkan Unicef, serta pakar dari perguruan tinggi.
“Tadinya 16 kabupaten, terus kita perluas menjadi 35 kabupaten, sehingga sekretariat yang di Bappeda, kita dorong untuk perbaikan perencanaan. Kita laporkan lebih cepat,” kata Prasetyo, Kamis (5/11).
Saat ini, gerakan konvergensi di 35 kabupaten kota berjalan dengan baik dan simultan. Gerakan itu rupanya diakui oleh Kemendagri, dengan memberikan penghargaan. Meski demikian, pihaknya tetap mengawal supaya penanganan stunting lebih cepat, kendati saat ini tengah diterpa pandemi.
Pelaksana Harian (Plh) Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah ini juga menuturkan ada beberapa upaya yang akan dilakukan untuk mempertahankan prestasi pada tahun depan. Di antaranya dengan melakukan kerja sama dengan pakar perguruan tinggi, dan lainnya, untuk terjun bersama ke masyarakat sebagai upaya menurunkan stunting di daerah.
“Persentasenya (angka stunting) terus menurun. Tadinya, kita angka stunting-nya cukup tinggi sekitar angka 25 persen. Kita turun terus,” pungkasnya.(mar)















