Masterplan Jadi Referensi Kunci

oleh
oleh

BATANG – Bupati Batang Wihaji mengatakan saat ini proses tahapan proyek pembangunan Kawasan Industei Terpadu (KIT) masih berada pada jalurnya.

“Sesuai perencanaan yaitu Oktober, November, Desember 2020 pada pekerjaan infrastruktur dasar kawasan industri untuk pekerjaan jalan simpang susun,” katanya, Selasa (13/10).

Selanjutnya, kata dia, proyek akan dilanjutkan masterplan dan studi kelayakan (feasibIlity study), serta analisa mengenai dampak lingkungan (Amdal) karena investor ke KIT Batang ditarget masuk Januari 2021.

INFO lain :  Jatah Transmigran Jawa Tengah Hanya 10 Kepala Keluarga

“Kita tidak usah terjebak dengan 450 hektare masuk dalam RTRW-nya karena hanya untuk mempercepat prioritas tahapan saja. Kalau PSN keluar sebanyak 4.300 hektare sudah masuk RTRW semuanya,” sebutnya.

Wihaji menegaskan KIT Batang tidak akan bersaing dengan kawasan industri di daerah tetangga dan tetap bersinergi karena KIT bagian dari percontohan kawasan yang dikelola oleh negara.

INFO lain :  Ini Identitas Mayat Perempuan yang Ditemukan di Dalam Mobil Xenia Terbakar

“KIT Batang sebagai percontohan karena persaingan kita negara lain sehingga kawasan industri ini harus mampu kompetitif dengan Vietnam, Malaysia, dan negara lainnya,” bebernya.

Deputi Pengembangan Regional Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rudy Soeprihadi Prawiradinata mengatakan, masterplan menjadi kunci untuk menetapkan rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan penetapan proyek strategi nasional (PSN) yang akan dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan 201 PSN di Indonesia.

INFO lain :  Setengah Jalan Lebih, Tol Semarang-Demak Seksi 2 Rampung Tahun Ini

Menurut dia , masterplan menjadi referensi untuk mengubah status tanah hak guna umum (HGU) PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX menjadi wilayah kawasan industri hak pengelola lahan (HPL).

“Oleh karena itu, untuk mengubah HGU menjadi HPL maka kami akan koordinasikan dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang ditargetkan dalam dua sampai tiga bulan selesai,” tandasnya. (ben)