SEMARANG – Klaster Covid-19 hingga saat ini terus bermunculan di Kota Semarang.
Saat ini ada penularan Covid-19 di kalangan aparatur sipil negara (ASN), tenaga kesehatan (nakes) serta rumah sakit. Selain itu, ada pula di dua perusahaan berskala besar yang beroperasi di wilayah ini yang ditemukan kasus virus Corona.
“Klaster-klaster lainnya masih tetap ada di Semarang. Ada penularan Covid-19 di dua perusahaan besar di Semarang. Terus di lokasi lainnya masih tetap ada. Di lingkungan nakes dan lokasi rumah sakit,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, dr Abdul Hakam, Sabtu (12/9).
Terkait ketersediaan tempat tidur saat ini terdapat sekitar 839 tempat tidur di rumah sakit. Ditambah lagi 104 tempat tidur di gedung Diklat BKPP dan 200 tempat tidur tambahan di rumah dinas.
“Jadi kita masih bisa mengcover masyarakat yang berobat baik dari Semarang maupun luar kota,” terangnya.
Terkait klaster Warung Makan Ikan Manyung Bu Fat, hasil penelusuran Dinkes Kota Semarang, menunjukkan penularan Covid-19 diketahui berasal dari penjual minuman yang berada di depan warung.
“Kita sudah telusuri, ternyata penularannya ada pada penjual minuman di depan warung Bu Fat. Upaya kita sudah menyemprotkan disinfektan dan aktivitas warung ditutup,” kata dia.
Penutupan warung kepala manyung Bu Fat kemungkinan bisa diperpanjang jika masih ditemukan kasus penularan Covid-19 di lokasi tersebut.
“Kalau masih ada kasusnya ya penutupannya bisa ditambah lagi,” ujar dia.(ema)















