Beri Pelatihan Motivasi Agar Terus Berinovasi

oleh
oleh

PEKALONGAN – Upaya menggerakkan roda perekonomian bagi masyarakat, utamanya pelaku usaha mikro dan kecil terus digenjot.

Di Pekalongan, para pengusaha usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) diberi pelatihan motivasi agar terus berinovasi, sehingga bertahan di tengah dampak pandemi Covid-19.

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz mengatakan, pelatihan tersebut untuk memberikan semangat para pengusaha melalui program Achievement Motivation Training (AMT).

“Pelatihan ini sangat penting karena imbas Covid-19 kemarin, sektor ekonomi Kota Pekalongan cukup berdampak dan lesu. Sehingga harus dibangkitkan kembali melalui motivasi diri yang diberikan kepada para pelaku UMKM di Kota Pekalongan ini,” tutur Saelany, Kamis (23/7).

INFO lain :  Operasi Sikat Jaran Candi 2021, 325 Tersangka Ditangkap

Kota Pekalongan, lanjutnya, telah ditetapkan UNESCO sebagai Kota Kreatif Dunia. Alasannya, sebagai salah satu kota perdagangan dan jasa yang terkenal dengan jiwa entrepreneur yang memiliki inovasi dan kreativitas yang tinggi, khususnya di bidang batik.

INFO lain :  Bawa 14 Ribu Obat Keras, Supporter Bola Semarang Diamankan

Oleh karena itu, pihaknya menekankan kepada para peserta pelatihan agar selalu mengembangkan diri, melalui berbagai inovasi dan kreavitas pada produk yang diciptakannya.

“Kota Pekalongan membutuhkan orang-orang yang memiliki jiwa entrepreneur yang tinggi, orang-orang yang kreatif, berinovasi menciptakan sesuatu yang baru. Sehingga, ke depan Kota Pekalongan ini akan ditata sedemikian rupa untuk mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya,” terang Saelany.

Sementara, Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Perdagangan dan Koperasi (Dindagkop) UKM Kota Pekalongan, Rr Tjandrawati mengungkapkan, kegiatan AMT bertujuan mengembangkan motivasi dan prestasi pelaku UMKM, sehingga mampu bersaing secara sehat dalam pengembangan usaha.

INFO lain :  Residivis Kasus Upal di Pantura Kembali Disidang

“Peserta AMT ini sejumlah 27 (orang) perwakilan UMKM, mereka bergerak dalam bidang batik, tenun, crafts, kuliner dan gypsum. Kami berikan pelatihan selama tiga hari agar mereka lebih semangat untuk terus mengembangkan usahanya di tengah pandemi Covid-19,” papar Tjandra.(eka)