Ilustrasi
Brebes – Menghindari adanya tindakan asusila atau mesum, petugas Sabhara Polres Brebes membubarkan aksi nongkrong sekelompok remaja di tempat gelap, sebuah warung yang di daerah Desa Sigambir, Brebes. Polisi menemukan empat pemuda dan seorang wanita bersama-sama nongkrong di tempat gelap tersebut.
Tindakan itu dilakukan petugas saat menggelar patroli untuk mencegah dan meminimalisir perbuatan menyimpang remaja yang sekarang sedang marak terjadi. Patroli dilaksanakan petugas dipimpin Bripda Andre pada Rabu (28/3/2018) dini hari pukul 01.00 WIB.
Patroli digelar di beberapa tempat yang dianggap rawan tindakan menyimpang para remaja karena sering di gunakan untuk tempat nongkrong.
Patroli dilakukan bukan tanpa sebab. Namun setelah banyaknya informasi yang masuk dan laporan warga jika di tempat tersebut sering digunakan untuk berbuat mesum anak-anak yang tidak sepantasnya melakukan hal tersebut.
Atas laporan itu, petugas langsung mengosek warung-warung atau gubug yang sudah tutup di daerah Desa Sigambir.
“Sesampainya di lokasi kami mendapati empat pemuda dan seorang wanita sedang berada di tempat tersebut,” kata seorang petugas.
Kepada petugas yang menghampiri, sekelompok remaja itu mengaku hanya nongkrong dan ngopi. Mereka menyangkal mabuk dan tidak melakukan sesutu yang terlarang.
“Kami hanya ngopi dan nongkrong,” ujar salah satu remaja ke petugas.
Meski begitu, anggota Sabhara Polres Brebes tetap memberikan imbauan dan peringatan keras kepada mereka.
“Kalian tidak melakukan apa-apa, tapi di tempat gelap seperti ini. Mbanya juga kenapa jam segini mau di tempat gelap seperti ini. Perempuan sendiri apalagi gelap kalau kamu yang perempuan dilecehkan sama yang laki-laki mau minta tolong siapa?. Walaupun suka sama suka belum tentu yang laki-laki mau tanggung jawab. Barangkali ada warga yang melihat kemudian dilaporkan urusanya malah jadi panjang, “ ujar Bripda Andre mengimbau.
Karena dikhawatirkan terjadi hal-hal yang menyimpang, anggota lalu segera membubarkan kelompok remaja itu dan menyuruh segera pulang.
“Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan efek jera pada pemuda-pemudi agar tidak terulang kembali kejadian seperti ini,” kata dia.edi















