SOLO – Sebanyak 61 agenda pariwisata di Kota Solo gagal terlaksana pada tahun ini. Pemicunya adalah kemunculan virus corona jenis baru (Covid-19).
“Kami hitung ada sekitar 61 event pariwisata yang gagal terlaksana akibat situasi seperti ini,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta Hasta Gunawan, Kamis (25/6).
Event-event itu, kata dia, seharusnya digelar dari bulan Maret-Juni 2020. Namun sejak Maret lalu, Pemerintah Kota Surakarta menetapkan kejadian luar biasa (KLB) pascaditemukan kasus positif Covid-19 pertama di kota tersebut.
“Tentunya rencana awal dari berbagai kegiatan itu adalah menarik banyak wisatawan baik dalam maupun Luar negeri, mengingat skala acaranya yang cukup besar,” bebernya.
Beberapa event pariwisata yang gagal digelar di antaranya Grebeg Syawal Keraton Kasunanan Surakarta, Gebyar Bakdan Ing Balaikambang, Pekan Syawalan Jurug Solo Zoo, Bakdan Neng Solo, dan Festival Ketoprak.
Selain itu, event lokal yang juga gagal dilaksanakan di antaranya festival dalang cilik, festival hadrah, Solo Culinary Festival, Solo Menari, satu dekade pesta film Solo, Kampung Ramadhan, pameran produk UMKM kelurahan, dan HUT CFD.
“Sedangkan untuk event kesenian wayang orang dan ketoprak tetap diadakan secara virtual,” jelasnya.
Selain itu, dikatakannya, akan ada event berskala internasional yang tetap digelar namun dilakukan secara virtual, salah satunya “Internasional Mask Festival” (IMF).
Sementara itu, event besar lain yaitu “Solo Batik Carnival”, dikatakannya, sejauh ini belum dibahas lebih lanjut, apakah akan dibatalkan atau tetap diselenggarakan namun secara virtual.
“Jika mengikuti jadwal, seharusnya kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 17-19 Juli 2020,” terangnya.(mht)
















