Bantuan dengan Stiker Bupati/Wali Kota Bikin Sensi

oleh
oleh

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta agar bantuan sosial kepada masyarakat pada masa pandemi cirus corona tidak ditempeli stiker kepala daerah.

Bantuan sosial dari pemerintah kepada masyarakat agar menggunakan logo pemerintah daerah kabupaten/kota masing-masing untuk menghindari pro kontra.

“Pemasangan stiker bergambar kepala daerah banyak dinilai negatif karena terkesan kampanye. Apalagi kepala daerah petahana yang bakal maju lagi pada pilkada mendatang,” katanya, Selasa (5/5).

INFO lain :  42 Perkara di Jateng Selesai Lewat "Restorative Justice"

Sebelumnua, terjadi pro kontra pemasangan stiker begambar Bupati Klaten Sri Mulyani, pada bantuan hand sanitizer. Kasus ini juga ramai di media sosial.

Demikian pula bantuan sembako di Kota Semarang yang ditempeli stiker Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti.

INFO lain :  73 SMP Dipantau Ketat. Ini Sebabnya

Menurut Ganjar, sebenarnya pemasangan stiker bergambar kepala daerah tidak terlalu salah, karena memang faktanya sedang menjabat sebagai bupati/wali kota.

Kalaupun hendak menempelkan stiker dalam bantuan sosial tersebut hendaknya hanya menunjukkan jabatannya sebagai kepala daerah.

“Bila menempelkan stiker sebagai bupati/wali kota tak mengapa, namun kalau ada ajakannya yang akan menjadi masalah. Paling baik, tidak usah menggunakan label karena itu sensi,” bebernya.

INFO lain :  Napi Lapas Palu Menyerahkan Diri ke Rutan Solo

Koordinator Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng, Rofiudin berharap semua pihak agar tidak melakukan kampanye terselubung di tengah wabah Covid-19.

Pemberian bantuan agar tak disalahgunakan atau dimanfaatkan untuk kepentingan pencitraan maupun popularitas dalam pilkada mendatang. (mht)