SEMARANG – Puluhan perusahaan di Jawa Tengah terpaksa menghentikan sementara produksinya sebagai dampak dari penyebaran COVID-19.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah Frans Kongi mengatakan, ada sekitar 40 perusahaan yang sudah berhenti produksi.
“Perusahaan yang berhenti produksi tersebut, antara lain bergerak di bidang garmen serta furnitur,” katanya, Minggu (5/4).
Dampak dari penyebaran corona, lanjut dia, dirasakan para pengusaha sekitar satu hingga dua bulan terakhir.
Salah satu kendala utama dihadapi pengusaha, kata dia, ketergantungan terhadap bahan baku impor, utamanya dari China.
“Misalnya bahan baku farmasi, obat-obatan, tekstil, hingga besi yang harus didatangkan dari China,” bebernya.
Selain itu, pengusaha kesulitan mengekspor produknya pada situasi seperti sekarang ini.
“Pabrik kalau tetap produksi juga bingung karena pasarnya juga tidak ada,” terangnya.
Frans menyebut opsi untuk merumahkan karyawan agar perusahaan bisa tetap beroperasi.
Perusahaan-perusahaan yang masih berproduksi, kata dia, juga telah menerapkan protokol keselamatan di saat darurat pandemi corona ini.(mht)














