Pohon Rawan Tumbang Perlu Diinventarisir

oleh
oleh

KENDAL – Pemkab Kendal menggelar Apel Siaga Bencana Tahun 2019 yang dilaksanakan di Alun-alun Kabupaten Kendal, Rabu (11/12).

Hadir dalam kegiatan itu Bupati Kendal Mirna Annisa, beserta dengan para Kepala OPD terkait, Forkopimda Kendal, para camat Se-Kabupaten Kendal, dan diikuti oleh jajaran Instansi Pemerintahan, organisasi kemasyarakatan serta para mahasiswa di Kabupaten Kendal.
Pelaksanaan apel dipimpin Komandan Kodim Kendal, Letkol Inf. Ginda Muhammad Ginanjar. Dalam sambutannya Dandim Ginda membacakan amanah Bupati Kendal yang menyampaikan saat ini sudah memasuki musim pancararoba.
“Sekarang kita sudah memasuki musim pancaroba atau peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan,” ujarnya.
Musim peralihan tersebut, kata Damdim, salah satunya ditandai dengan fenomena peningkatan suhu udara yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ini.
“Seperti yang terjadi Selasa 10 Desember 2019 sekitar jam 15.40 WIB telah terjadi hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Weleri dan sekitarnya. Angin mengakibatkan kerusakan bangunan rumah warga, pohon tumbang,” jelasnya.
Lanjut Dadim Ginda mengimbau kepada semua pihak dan masyarakat Kendal agar mengantisipasi sejak dini terjadinya bencana alam.
“Perlu merapikan pohon-pohon besar dan tinggi untuk mengurangi beban pada pohon tersebut. Melakukan pengecekan kualitas pohon, yang lapuk atau tidak. Termasuk juga melakukan pengecekan dan penguatan bagian-bagian bangunan konstruksi seperti baliho, papan reklame, dan lain-lain,” bebernya.
Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan untuk menghindari peristiwa yang tidak diinginkan.
Dia juga meminta agar melakukan pengecekan terutama diwilayah yang berpotensi banjir dan longsor, dengan membersihkan saluran air (drainase), serta melakukan pengecekan kelistrikan baik di rumah maupun disepanjang jalan.
Menurutnya kejadian bencana alam bisa terjadi kapanpun dan dimanapun, tidak ada yang tahu.
“Maka perlu kita antisipasi lebih awal, karena dapat mengancam dan menganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat kapan saja dan dimana saja untuk segera ditangani,” tegasnya.
Dandim menambahkan, penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat harus diikut sertakan didalam proses penanggulangan bencana alam. (mht)

INFO lain :  Pencuri di Pekalongan Ditangkap usai Jual Hp di Konter
“Untuk itu, kita perlu membangun kesadaran bersama dalam upaya meningkatkan kemandirian dan keswadayaan masyarakat. Siaga bencana harus menjadi budaya, kita semua harus selalu siap-siaga dimanapun dan kapan pun,” tuturnya.
Dirinya juga menghimbau kepada OPD, semua stakeholder dan seluruh warga Kendal, untuk meningkatkan kewaspadaan sedini mungkin dan antisipasi lebih awal, dengan melakukan koordinasi antar instansi, serta mempersiapkan personil maupun peralatan yang diperlukan.
“Jika terjadi bencana alam, lakukan upaya penyelamatan dan evakuasi korban dengan cepat dan tepat,” tandasnya.